BEKASISATU, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tengah mengebut langkah strategis untuk menyehatkan kembali puluhan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayahnya.
Langkah konkret tersebut diwujudkan melalui rencana pengesahan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), salah satunya pembentukan Holding BUMD PT Sanggabuana.
Nantinya, PT Sanggabuana akan bertindak sebagai induk perusahaan yang mengonsolidasikan dan menaungi 37 BUMD plat merah milik Pemprov Jabar. Tujuannya sangat jelas: membenahi tata kelola, menyelamatkan perusahaan daerah yang “sakit”, dan mengoptimalkan aset agar memberikan kontribusi maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Faisyal Hermawan, menyambut baik dan menyoroti urgensi pembentukan holding ini. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa holding Sanggabuana adalah upaya penyelamatan aset daerah agar tidak terus menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kehadiran Holding Sanggabuana ini adalah solusi konkret untuk menyehatkan BUMD kita yang sedang sakit atau kurang maksimal. Dari 37 BUMD yang ada, nanti akan dievaluasi dan dikonsolidasikan tata kelolanya. Tujuannya jelas, agar investasi dan aset daerah jauh lebih produktif serta hasilnya bisa dirasakan langsung untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Barat,” tegas Ahmad Faisyal Hermawan.
Faisyal menambahkan, regulasi ini tidak hanya sebatas penggabungan, melainkan mencakup penyertaan modal dan penguatan kelembagaan yang transparan dan profesional.
Hal ini sejalan dengan agenda Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jabar yang telah memasukkan Raperda Sanggabuana dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Perubahan 2026.
“Dengan adanya Holding BUMD ini, saya optimis bisa menyehatkan perekonomian Jawa Barat dan bisa berimpact terhadap masyarakat,” ucap Faisyal.
Seperti diketahui, Holding Sanggabuana akan memegang kendali penuh dalam mengoordinasikan pengelolaan aset dan menganalisis kelayakan investasi secara strategis dan terpusat di wilayah Provinsi Jawa Barat
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli