BEKASISATU, KOTA BEKASI – Niat hati mengamankan situasi dari ancaman bahaya, seorang pemuda bernama Wahyudi alias Ganay justru menjadi korban kebrutalan dua Orang Tak Dikenal (OTK) di kawasan Gang Gereja, dekat Pasar Kranji, Kecamatan Bekasi Barat. Insiden berdarah tersebut terjadi pada Jumat (15/05/26) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Peristiwa ini dipicu oleh hal yang tak terduga. Malam itu, korban tengah berkumpul bersama rekan-rekannya di lokasi kejadian. Tiba-tiba, datang dua pria menghampiri mereka. Salah satu pelaku yang mengaku berinisial A asal kawasan Pekayon, awalnya mengajak korban mengobrol dengan santai.
Namun, ketegangan mendadak pecah saat Wahyudi melihat sebilah pisau terselip di pinggang salah satu pelaku. Merasa situasi berpotensi mengancam keselamatan, korban secara spontan mengambil dan membuang pisau tersebut.
“Awalnya mereka itu ngobrol biasa. Tapi karena korban melihat ada pisau dan merasa tidak aman, pisaunya dibuang. Dari situ langsung terjadi cekcok mulut yang panas di lokasi,” ungkap salah satu warga setempat yang mengetahui awal mula kejadian.
Tak terima senjatanya dibuang, kedua pelaku sempat pergi meninggalkan lokasi. Nahas, tak berselang lama, mereka kembali dengan menenteng senjata tajam jenis samurai. Tanpa banyak bicara, kedua OTK tersebut langsung menyerang korban secara membabi buta.
Akibat serangan brutal itu, Wahyudi tersungkur setelah lengan kanannya terkena sabetan samurai. Dalam kondisi tak berdaya, pelaku kembali melayangkan tebasan ke arah kaki kiri korban, menyebabkan luka robek yang cukup dalam hingga korban mengalami pendarahan hebat.
Demi bertahan hidup dari amukan pelaku, korban berupaya keras menangkis serangan lanjutan dengan menggunakan sebuah kotak kayu yang kebetulan berada di dekatnya. Setelah melihat korban bersimbah darah, para pelaku langsung melarikan diri menembus gelapnya malam.
Warga sekitar yang panik segera mengevakuasi Wahyudi ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Kini, pihak kepolisian dari Polsek Bekasi Barat dan Polres Metro Bekasi Kota telah turun tangan menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Hingga berita ini diturunkan, polisi masih terus mengumpulkan bukti guna mengungkap tuntas motif di balik aksi premanisme jalanan yang meresahkan warga Bekasi tersebut.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli