Berita Utama GoBekasi

IPH Aman di Bawah Ambang Batas, Pemkab Bekasi Klaim Daya Beli Warga Masih Kuat

16 June 2026 Administrator Desa

Bekasi — Pemerintah Kabupaten Bekasi meniupkan angin segar di tengah riuh isu perlambatan ekonomi. Dinas Perdagangan setempat memastikan kondisi inflasi daerah saat ini masih mendekam di zona aman dan terkendali.

Klaim ini dikeluarkan kendati sejumlah komoditas pangan meja makan terpantau merangkak naik akibat tercekik ongkos distribusi dan sengkarut pasokan dari hulu.

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, menegaskan bahwa denyut nadi daya beli masyarakat sejauh ini masih stabil.

Ketahanan domestik ini dinilai mampu bertahan di tengah hantaman sentimen global, mulai dari keperkasaan mata uang dolar Amerika Serikat hingga memanasnya tensi geopolitik internasional.

“Hasil pendataan menunjukkan daya beli masyarakat masih berada pada zona aman, meskipun terdapat beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga,” kata Helmi dikutip, Selasa (16/6/2026).

Indikator ketahanan ini tecermin dari rapor Indeks Perkembangan Harga (IPH) pekan lalu.

Kabupaten Bekasi mencatatkan angka IPH di posisi 1,56 dan bertengger di peringkat kedelapan se-Provinsi Jawa Barat. Angka tersebut tipis berada di bawah ambang batas aman psikologis, yakni 1,58.

Rapor ini menjadi bukti sahih bahwa gejolak harga di pasar rakyat belum sampai menguras habis isi dompet warga untuk sekadar memenuhi kebutuhan pokok harian.

Meski inflasi makro diklaim jinak, potret di lantai pasar tradisional berkata lain. Operasi pasar di Pasar Cikarang, Pasar Cibarusah, hingga Pasar Serang menunjukkan lima komoditas strategis—daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah—telah kompak meloncat melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Helmi membeberkan, penyakit utama meroketnya harga ini berakar pada dua hal, rusaknya rantai pasok hortikultura dan membengkaknya biaya operasional logistik peternakan.

Di sektor protein, harga daging sapi segar kini mengamuk di kisaran Rp135.000 hingga Rp150.000 per kilogram akibat tersengat ongkos angkut dari rumah potong hewan.

Kondisi ini diperparah oleh macetnya keran impor daging akibat karut-marut perdagangan internasional.

Sementara itu di sektor bumbu dapur dan hortikultura, lonjakan harga terjadi ugal-ugalan.

Cabai rawit merah menjadi yang paling pedas, menembus Rp90.000 per kilogram di Pasar Cikarang (HET Rp57.000).

Sementara cabai merah keriting menyentuh Rp68.000 per kilogram di Pasar Cibarusah (HET Rp55.000).

Kemudian bawang putih naik ke angka Rp40.000 per kilogram, melonjak Rp10.000 dari harga normal. Bawang merah berfluktuasi tajam di rentang Rp35.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

Kabar baiknya, di luar lima komoditas “panas” tersebut, harga barang kebutuhan pokok lainnya seperti beras kelas premium dan minyak goreng dilaporkan masih adem ayem tanpa gejolak berarti.

Menyikapi jebolnya harga cabai di pasar induk, Dinas Perdagangan langsung memetakan akar masalah. Usut punya usut, tersendatnya pasokan ke Pasar Induk Cibitung dipicu oleh petaka gagal panen yang menimpa para petani cabai di wilayah Garut, Jawa Barat.

Ogah membiarkan kelangkaan berlarut-larut, Pemkab Bekasi melancarkan strategi potong kompas dengan membuka jalur pasokan alternatif dari luar pulau.

“Untuk menjaga stabilitas harga, kami menyiapkan pasokan alternatif dengan mendatangkan komoditas cabai dari wilayah Sumatera,” pungkas Helmi.

Langkah intervensi pasar dan pemantauan berkala ini diharapkan mampu menambal pasokan yang bolong sekaligus menjaga agar angka IPH Kabupaten Bekasi tidak melesat melompati batas aman.

Ikuti Kami di GOOGLE NEWS

Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Bekasi — Aliran modal dari proyek Penanaman Modal Asing (PMA) terus mengucur deras ke Indonesia…

Bekasi — Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya menggelandang remaja tanggung yang kedapatan mengonsumsi dan…

Bekasi — Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, menyelamatkan dan memulangkan seorang bocah laki-laki…

Bekasi — Korps Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya mengagalkan rencana aksi tawuran puluhan remaja…

Bekasi — Lautan manusia berpakaian putih menyelimuti jalan-jalan protokol Kota Bekasi pada Senin (15/6/2026) sore….

Bekasi  – Pemerintah Kota Bekasi menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Komunikasi Pondok Pesantren, serta…

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: