Berita Utama Info Bekasi

Jejak Tungku Adukan Dodol, Warisan Kuliner Nenek Moyang

13 February 2026 Administrator Desa

Infobekasi.co.id – Tungku pengaduk dodol menjadi bagian tak terpisahkan dari proses pembuatan penganan tradisional yang hingga kini tetap digunakan. Meski tidak tercatat secara pasti, kapan dan di daerah mana pertama kali digunakan, sejumlah catatan sejarah kuliner menyebut penggunaannya telah berkembang sejak lama di berbagai wilayah Nusantara, termasuk di Bekasi.

Secara umum, tungku pengaduk dodol merupakan bentuk adaptasi dari tungku dapur tradisional berbahan batu bata atau tanah liat yang menggunakan kayu bakar sebagai sumber panas. Alat ini digunakan untuk menopang wajan atau kuali besar tempat adonan dodol dimasak dan diaduk berjam-jam hingga mengental.

Penggunaan tungku besar untuk mengaduk dodol disinyalir telah ada sejak masyarakat Nusantara mengenal pengolahan tepung beras dan gula aren secara intensif, sekitar abad ke-17 hingga ke-19, seiring berkembangnya perdagangan kelapa dan gula.

Di Jawa Barat, produksi dodol pada awal abad ke-20 yang berada di Garut. Di daerah ini, pembuatan dodol dilakukan mulai dari skala rumahan hingga produksi lebih besar, menggunakan tungku permanen dengan kayu bakar dan wadah besar dari besi atau tembaga. Model tungku tersebut kemudian banyak diadaptasi di daerah lain.

Selain di Jawa Barat, tradisi memasak dodol dengan tungku kayu juga berkembang di kalangan masyarakat Betawi di Jakarta dan, Bekasi dan sekitarnya. Dodol biasanya dibuat menjelang hari raya Idul Fitri atau acara besar. Prosesnya melibatkan beberapa orang yang bergantian mengaduk adonan dalam wadah besar di atas tungku bata.

Di Sumatera Barat, masyarakat Minangkabau mengenal penganan serupa yang disebut kalamai. Proses pembuatannya juga menggunakan tungku kayu tradisional dengan teknik pengadukan terus-menerus selama berjam-jam.

Hingga kini, meskipun sebagian pembuat telah beralih ke kompor gas atau peralatan pemanas modern, banyak yang tetap mempertahankan tungku kayu tradisional. Selain dianggap lebih ekonomis, panas dari kayu bakar dipercaya memberikan cita rasa dan aroma khas pada dodol.

Dengan demikian, meskipun tidak diketahui secara pasti awal penggunaannya, tungku pengaduk dodol menjadi simbol kelangsungan tradisi dapur Nusantara yang diwariskan antar generasi.

#TungkuDodol #Masukinfobekasi #Kuliner

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: