Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa proses pengambilan keterangan dilakukan secara maraton di Pusat Pengendalian Operasi Kereta Api (Pusdalopska) wilayah 1 Manggarai.
Bekasi – Tim penyidik Polda Metro Jaya terus bergerak cepat mengusut tuntas tragedi maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek, KRL Commuter Line, dan taksi Green SM di perlintasan Stasiun Bekasi Timur.
Hingga Jumat (1/5/2026), sebanyak 24 orang telah diperiksa sebagai saksi guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang merenggut 16 nyawa tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa proses pengambilan keterangan dilakukan secara maraton di Pusat Pengendalian Operasi Kereta Api (Pusdalopska) wilayah 1 Manggarai.
“Penyidik telah memeriksa 24 orang untuk dimintai keterangan. Kami meyakini Polda Metro Jaya akan menangani perkara ini secara prosedural, profesional, dan akuntabel,” ujar Budi Hermanto dalam keterangannya, Jumat (1/5/2026).
Dari total saksi yang diperiksa, 7 orang di antaranya merupakan saksi kunci yang berada di lokasi maupun yang mengendalikan perjalanan kereta saat insiden terjadi.
Mereka adalah Kepala Pusat Pengendalian (Kapusdal), Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), Petugas Sinyal, Masinis KRL Commuter Line, Masinis dan Asisten Masinis KA Argo Bromo Anggrek dan Petugas Pengendali Jalur.
Pemeriksaan intensif ini bertujuan untuk membedah kronologi teknis, mulai dari saat taksi Green SM mogok akibat gangguan kelistrikan di perlintasan sebidang, hingga terjadinya tabrakan beruntun (back-end collision) oleh KA Argo Bromo Anggrek terhadap rangkaian KRL yang tengah tertahan.
Selain saksi dari pihak perkeretaapian, penyidik juga telah memeriksa saksi-saksi yang berkaitan dengan peristiwa mogoknya taksi listrik tersebut di tengah rel.
Polisi tengah mendalami apakah ada unsur kelalaian manusia (human error) atau murni kegagalan sistem teknis dalam prosedur darurat saat itu.
Tragedi berdarah yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam lalu ini menjadi sorotan publik luas karena berdampak fatal pada gerbong khusus perempuan.
Selain 16 korban meninggal dunia, puluhan penumpang lainnya hingga kini masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di Bekasi.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Bekasi – Suasana khidmat menyelimuti Stasiun Bekasi Timur pada Kamis (30/4/2026) sore. Wakil Wali Kota…
Bekasi – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, melakukan peninjauan langsung ke lokasi rumah…
Bekasi – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi resmi menyiagakan personel di perlintasan sebidang Jalan Ampera,…
Bekasi – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta resmi memasang palang pintu sementara…
Bekasi – Gelombang massa buruh dari berbagai kawasan industri di Kabupaten Bekasi mulai bergerak memadati…
Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi mempertegas komitmennya dalam memperkuat industri nasional melalui Workshop Optimalisasi Peningkatan…
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli