Berita Utama Bekasi Satu

Kawal Mudik, 16 Puskesmas di Kota Bekasi Buka 24 Jam Penuh

18 March 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan layanan medis tetap prima di tengah gempita arus mudik dan libur panjang Hari Raya Idulfitri. Sedikitnya, 16 puskesmas disiagakan beroperasi non-stop 24 jam untuk mengawal kesehatan masyarakat dan para pelancong.

​Langkah taktis ini diambil guna merespons tingginya mobilitas warga serta potensi kegawatdaruratan medis selama periode cuti bersama. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraeni, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan adalah sektor krusial yang tidak boleh libur.

​“Menjaga kesehatan merupakan hal yang mutlak kita lakukan. Karena itu, Dinas Kesehatan berkomitmen memberikan pelayanan penuh kepada masyarakat,” tegas Satia saat berbicara dalam program siniar Ridho Berpeci di kanal YouTube Pemkot Bekasi, dikutip Senin (16/03/26).

​Tim Medis Bersiaga di Jalur Arus Mudik

​Fokus pengamanan kesehatan tidak hanya berpusat di fasilitas medis permanen. Dinkes juga menerjunkan langsung tenaga kesehatan di empat titik krusial yang menjadi jalur utama perlintasan pemudik.

​Setiap posko mudik dibekali dengan sumber daya medis yang mumpuni untuk menangani pertolongan pertama hingga evakuasi darurat.

​“Di setiap titik kami menyiapkan satu dokter, satu paramedis, serta satu pengemudi ambulans yang berjaga selama 24 jam,” ungkap Satia.

​Secara infrastruktur, Kota Bekasi saat ini ditopang oleh 55 puskesmas, lima Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan 44 rumah sakit swasta. Khusus untuk 16 puskesmas yang buka 24 jam, layanannya dititikberatkan pada penanganan gawat darurat, termasuk pelayanan obstetri neonatal emergensi dasar (PONED) bagi ibu hamil. Seluruh puskesmas hanya akan tutup sejenak pada hari pertama Idulfitri.

​Perketat Sidak Pangan dan Cegah Impor Malaria

​Selain fokus pada arus mudik, Dinkes Kota Bekasi juga memperluas radius pengawasannya ke sektor keamanan konsumsi. Inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional dan swalayan digencarkan demi memastikan tak ada makanan berbahaya yang beredar menjelang Lebaran.

​Menariknya, Dinkes juga menaruh kewaspadaan ekstra terhadap potensi “impor” penyakit menular dari para pemudik yang kembali ke Kota Patriot, khususnya malaria.

​Mengingat banyaknya warga yang mudik ke daerah endemis seperti Lampung, Maluku, dan kawasan Nusa Tenggara, pengawasan di titik kedatangan menjadi sangat vital.

​“Kota Bekasi merupakan daerah bebas malaria. Karena itu kami melakukan surveilans di titik kedatangan untuk memastikan status tersebut tetap terjaga,” pungkasnya.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: