Infobekasi.co.id – Sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan, umat Muslim di seluruh dunia mulai mempersiapkan diri untuk mencari satu malam paling istimewa, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini diyakini sebagai waktu yang penuh keberkahan, ampunan, dan kemuliaan, di mana nilai ibadah di dalamnya disebut lebih baik daripada seribu bulan.
Secara bahasa, kata Lailatul Qadar berasal dari bahasa Arab. Lailah berarti malam, sedangkan qadar memiliki beberapa makna, seperti kemuliaan, ketetapan, atau ukuran. Para ulama menjelaskan bahwa malam ini disebut malam kemuliaan karena pada saat itulah Allah SWT menurunkan kemuliaan besar bagi umat manusia.
Keistimewaan malam ini tercatat secara khusus dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Qadr. Allah SWT berfirman: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan (QS. Al-Qadr: 1-3).
Dihimpun dari beberapa sumber, para ulama menafsirkan, seribu bulan setara dengan lebih dari 83 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa amal ibadah yang dilakukan pada malam itu memiliki pahala yang luar biasa, melebihi nilai ibadah yang dilakukan selama rentang waktu puluhan tahun.
Salah satu peristiwa besar yang menjadikan malam ini istimewa adalah turunnya Al-Qur’an. Kitab suci umat Islam tersebut pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Hal ini juga dijelaskan dalam Surah Ad-Dukhan ayat 3 yang berbunyi; Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi. Para mufasir menjelaskan bahwa malam yang diberkahi yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Lailatul Qadar.
Meskipun sangat istimewa, waktu pasti terjadinya Lailatul Qadar tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an. Namun, dalam berbagai hadis, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Hal ini sebagaimana tercantum dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan tercatat dalam Sahih Bukhari; carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadan. Karena itulah, banyak umat Muslim yang meningkatkan ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa pada periode tersebut.
Para ulama menjelaskan, dirahasiakannya tanggal pasti Lailatul Qadar memiliki hikmah besar. Hal ini mendorong umat Islam untuk terus meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan, bukan hanya pada satu malam tertentu. Selain itu, hal ini juga menjadi ujian keimanan dan kesungguhan seorang Muslim dalam mencari keberkahan Ramadan.
Ada beberapa tanda yang menjadi ciri khas Lailatul Qadar sebagaimana dirujuk dari berbagai hadis yang tercatat dalam kitab-kitab hadis, seperti Sahih Muslim. Tanda-tanda tersebut antara lain suasana malam yang terasa tenang, damai, dan menenangkan, serta suhu udara yang tidak terlalu panas maupun dingin. Selain itu, matahari pada pagi harinya juga dikabarkan terbit dengan cahaya yang lembut.
Mengingat besarnya keutamaan malam ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Beberapa amalan yang diutamakan antara lain salat malam (qiyamul lail), membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir dan istighfar, bersedekah, serta memperbanyak doa.
Salah satu doa yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika mencari malam ini adalah; Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni. Doa ini diriwayatkan dalam hadis yang tercatat dalam Sunan Tirmidzi.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli