Lonjakan harga ini terpantau di lapak pedagang hewan kurban di Jalan Mawar 4, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria.
Bekasi – Warga Bekasi yang berencana menunaikan ibadah kurban tahun ini harus merogoh kocek lebih dalam. Harga hewan kurban, khususnya sapi, tercatat mengalami kenaikan signifikan hingga 30 persen dibandingkan tahun lalu.
Lonjakan harga ini terpantau di lapak pedagang hewan kurban di Jalan Mawar 4, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria.
Somad (40), pemilik lapak Lapan Hewan Qurban H Goyang, mengungkapkan bahwa pergeseran jalur distribusi menjadi pemicu utama kenaikan harga di tahun 2026 ini.
“Tahun ini harga tinggi karena pasokan dari Bali terbagi dua antara Kalimantan dan Jabodetabek. Namun, saat ini mayoritas disalurkan ke Kalimantan karena berani beli dengan harga lebih tinggi,” ujar Somad kepada Gobekasi.id, Sabtu (2/5/2026).
Somad menjelaskan bahwa biasanya pasokan sapi kurban di wilayahnya berasal dari tiga daerah utama: Bali, Bima (NTB), dan Kupang (NTT).
Saat ini, baru pasokan dari Bali yang masuk ke Jabodetabek, namun jumlahnya sangat terbatas karena kalah bersaing dengan permintaan dari Kalimantan.
Bahkan, ia mengabarkan bahwa kuota pengiriman sapi dari Bali untuk wilayah Jabodetabek saat ini sudah dinyatakan habis.
Selain faktor pasokan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) turut melambungkan biaya operasional pengiriman.
“Naiknya dibanding tahun lalu bisa sampai 30 persen. Selain karena pemasok minim ke Jabodetabek, biaya operasional pengiriman kita sekarang juga sedang mahal-mahalnya,” tambahnya.
Kenaikan harga ini mulai dikeluhkan oleh kelompok kurban di masjid-masjid (DKM). Somad memberi gambaran, harga sapi ukuran kecil yang tahun lalu dibanderol Rp23 juta, kini melonjak hingga Rp26 juta per ekor.
Kondisi ini menyulitkan sistem patungan tujuh orang yang biasanya berlaku di DKM.
“Biasanya mereka patungan 7 orang masing-masing Rp3,7 juta, terkumpul sekitar Rp24,5 juta. Mereka biasanya cari sapi harga Rp23 juta karena sisanya untuk biaya operasional pemotongan. Dengan harga sekarang, tentu itu jadi tantangan,” jelas Somad.
Meski harga melonjak, minat masyarakat Bekasi untuk berkurban tetap terlihat. Dari total 70 ekor sapi yang tersedia di lapak Somad, saat ini hanya tersisa 26 ekor yang belum laku.
“Sisanya sudah laku (terpesan),” pungkasnya. Para pedagang memprediksi stok akan semakin menipis mendekati hari raya Idul Adha, mengingat terbatasnya pasokan yang masuk ke wilayah Bekasi tahun ini.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Kabupaten Bekasi – Bagi warga Kabupaten Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…
Kota Bekasi – Bagi warga Kota Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…
Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi resmi meluncurkan ajang bergengsi Bekasi PRIDE (Planning, Research, and Innovation…
Bekasi – Suasana khidmat menyelimuti Stasiun Bekasi Timur pada Kamis (30/4/2026) sore. Wakil Wali Kota…
Bekasi – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, melakukan peninjauan langsung ke lokasi rumah…
Bekasi – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi resmi menyiagakan personel di perlintasan sebidang Jalan Ampera,…
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli