BEKASISATU, KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menargetkan pengisian jabatan definitif Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) dalam waktu dekat. Langkah ini diambil guna memantapkan roda birokrasi pendidikan, tepat setelah penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 rampung digelar.
Saat ini, kursi nomor satu di lingkungan Disdik Kota Bekasi tersebut masih dijabat oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Chondoro Wibhowo, dengan status Pelaksana Tugas (Plt).
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, memastikan bahwa kekosongan jabatan definitif ini tidak akan dibiarkan berlarut-larut. Ia menargetkan proses pelantikan Kadisdik yang baru akan terealisasi selambat-lambatnya pada bulan depan.
“Ya, saya rasa insyaallah jabatan Kepala Dinas Pendidikan akan segera didefinitifkan dalam waktu dekat. Mungkin paling lambat pada bulan depan,” ujar Bobihoe dalam keterangan resminya, Selasa (14/07/26).
Meski berstatus Plt, Bowo mendapat apresiasi dari Pemkot Bekasi. Bobihoe menilai Chondoro telah bekerja secara optimal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Kadisdik, terutama dalam mengawal kelancaran pelaksanaan SPMB 2026 hingga selesai.
“Saya lihat kinerja Plt Kadisdik sudah baik. Atas nama Pemerintah Kota Bekasi, kami berterima kasih kepada jajaran Disdik dan para kepala sekolah selaku panitia pelaksana. Secara umum, pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan dengan baik, kendati kami akui pasti ada sejumlah kekurangan,” ungkapnya.
Selesainya perhelatan SPMB 2026 sekaligus menjadi catatan penting bagi Pemkot Bekasi untuk melakukan evaluasi berjenjang. Bobihoe menegaskan bahwa perbaikan sistem dan tata kelola akan terus dilakukan agar kendala yang terjadi di lapangan tidak kembali terulang di masa mendatang.
Selain dari sisi pemerintah, ia juga menyoroti pentingnya edukasi bagi masyarakat dalam menyikapi hasil SPMB. Ia mengimbau para orang tua agar lebih bijak dan tidak memaksakan kehendak apabila anak mereka belum berhasil lolos dalam sistem seleksi yang ada.
“Ini yang terus kita perbaiki. Kami harap masyarakat juga bisa ikut mendorong terciptanya sistem yang lebih baik. Jadi, jangan sampai ketika anaknya gagal (lolos SPMB), lalu datang bertubi-tubi memerintah dan minta tolong untuk dimasukkan. Saya kira budaya seperti itu tidak bagus,” tegas Bobihoe.
Ke depannya, Pemkot Bekasi berkomitmen untuk merancang sistem pendidikan yang lebih mutakhir, transparan, dan akuntabel guna menutup celah-celah intervensi dari pihak luar.
“Sebenarnya sistem yang ada sudah berjalan baik. Tinggal kita kuatkan dan pastikan pelaksanaannya menjunjung tinggi asas transparansi serta akuntabilitas. Inilah fokus utama yang harus kita lihat ke depan,” pungkasnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli