Infobekasi.co.id – Buku berjudul, Dakwah dalam Perspektif Islam dan Praksisnya: Jejak Pemikiran dan Strategi Dakwah K.H. Noer Alie, karya Kholilullah Akhmas yang diterbitkan tahun 2026 mendapatkan kritikan konstruktif dalam resensi yang ditulis Abdul Rozak. Meskipun diakui sebagai kontribusi penting dalam studi dakwah, buku ini dinilai masih memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan.
Kurangnya Analisis Jaringan Sosial
Salah satu kritikan utama adalah minimnya penggunaan Pendekatan Network Analysis (PNA). Meskipun buku membahas sanad keilmuan dan jaringan sosial K.H. Noer Alie, tidak ada pemetaan sistematis relasi antar-ulama menggunakan teori jaringan (social network theory).
“Hal ini amat penting untuk konteks ulama Betawi, karena peran jaringan sangat menentukan posisi dan dampak gerakan dakwah seorang ulama,” tulis Abdul Rozak dalam resensinya, Senin (30/3)
Tidak Ada Kajian Komparatif
Buku juga dinilai belum menyajikan ulasan secara komparatif dengan gerakan dakwah ulama Betawi sezaman lainnya, seperti K.H. Abdullah Syafi’i dan K.H. Tohir Rohili. Akibatnya, posisi K.H. Noer Alie dalam ekosistem ulama Betawi tidak dapat dilihat secara jelas dan relasional.
Narasi yang Cenderung Afirmatif
Uraian dalam buku banyak mengedepankan pola perspektif heroik yang narasinya cenderung glorifikasi tokoh. Menurut resensi, hal ini membuat analisis kurang kritis dalam melihat kompleksitas sosial yang dihadapi K.H. Noer Alie selama mengemban dakwah.
“Buku masih kurang menghadirkan pendekatan analisis kritis yang mampu mengungkap dinamika kekuasaan, konflik, dan tantangan yang sebenarnya dihadapi dalam gerakan dakwah,” jelas Abdul Rozak.
Kelemahan Teknis dan Terminologi
Secara teknis, buku juga memiliki beberapa kekurangan, yakni:
– Daftar pustaka tidak menggunakan bab dan terlalu panjang dengan adanya pengulangan – Inkonsistensi terminologi, seperti penggunaan istilah dakwah integral dan dakwah multidimensional tanpa penjelasan diferensiasi konseptual yang tegas – Transisi antar bagian yang kurang halus, dengan perpindahan dari teori ke biografi dan praksis yang terkadang terasa tidak berkelanjutan tanpa jembatan analitis yang kuat – Pendekatan yang digunakan masih cenderung deskriptif dan belum sepenuhnya memanfaatkan kerangka teori kontemporer seperti teori reproduksi sosial
Meskipun mendapatkan kritikan, buku ini tetap diposisikan sebagai “bridging work” yang penting antara studi dakwah normatif dan studi sosial Islam berbasis praksis gerakan dakwah lokal yang berdampak nasional.
Buku ini juga dianggap mampu memberikan pemahaman bahwa dakwah bukan sekadar aktivitas religius, tetapi merupakan praxis transformasi sosial yang melibatkan pendidikan, politik, dan pembangunan peradaban.
“Kritikan yang disampaikan bukan berarti merendahkan nilai buku, melainkan sebagai masukan untuk pengembangan studi dakwah dan kajian tokoh yang lebih mendalam dan berkelas global di masa depan,” pungkas Abdul Rozak.
#infobekasi #KH.NoerAlie#ulama #buku #dakwah
Editor : Dede Rosyadi
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli