Infobekasi.co.id – Perlintasan sebidang rel Ampera yang berada di wilayah Bekasi Timur, Kota Bekasi, termasuk dalam daftar yang akan ditutup secara permanen. Kebijakan ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan seluruh pengguna jalan di kawasan tersebut.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyatakan, Pemerintah Kota Bekasi segera mewujudkan pembangunan jembatan layang di Bulak Kapal. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi solusi dan memudahkan aktivitas warga tinggal di wilayah timur Kota Bekasi.
“Ke depannya, seluruh jalur penyeberangan rel yang tidak memiliki izin resmi akan kami tutup sepenuhnya. Semua upaya dan perhatian kami akan difokuskan pada pembangunan jembatan layang tersebut,” ujar Bobihoe saat dikonfirmasi pada Jumat, 1 Mei 2026
Rencana ini telah dibahas secara mendalam bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Berdasarkan ketentuan berlaku, dalam jarak 700 meter dari lokasi stasiun, hanya boleh ada satu jalur penyeberangan resmi dilengkapi palang pengaman. Sebab itu, perlintasan di Bulak Kapal yang sudah terdaftar secara resmi akan tetap dipertahankan meski nantinya jembatan layang sudah beroperasi.
“Perlintasan Ampera ini sebenarnya tidak memiliki izin resmi. Kami mengarahkan seluruh warga untuk hanya menggunakan jalur penyeberangan yang sudah diakui, dan nantinya Bulak Kapal akan menjadi titik utama penyeberangan di wilayah ini,” jelasnya.
Selain tidak berizin, perlintasan ini juga dinilai sangat berbahaya karena minimnya pengawasan dan fasilitas pendukung keamanan.
“Memang benar akan ditutup, karena keberadaannya sudah membahayakan keselamatan. Bahkan pihak Dirjen Perhubungan pun tidak mengizinkan pemasangan palang pengaman di sini, karena memang secara peraturan tempat ini tidak boleh dijadikan jalur penyeberangan,” tegasnya.
Sementara itu, proses pembangunan jembatan layang Bulak Kapal terus berjalan meski sempat terhambat dan berlangsung cukup lama karena keterbatasan anggaran daerah. Kabar gembiranya, Pemerintah Pusat akan menyalurkan bantuan dana sebesar Rp200 miliar untuk membiayai proyek besar ini.
“Kebutuhan anggaran keseluruhan sekitar Rp230 miliar, dan bantuan langsung dari pemerintah pusat akan segera dicairkan untuk mendukung pembangunannya,” tambahnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menjelaskan bahwa proyek ini sebenarnya sudah dipersiapkan sejak dua tahun terakhir. Tahapan awal yang dilakukan adalah pembebasan lahan yang berada di Jalan HM Joyomartono dan Jalan Pahlawan.
“Persiapan pembangunan ini sudah berlangsung sejak satu sampai dua tahun lalu. Proses pembebasan lahan di kedua lokasi tersebut sudah selesai kami laksanakan. Saat ini kami sedang berupaya mempercepat pencairan dana dan pelaksanaan pembangunannya,” jelas Zeno.
Sebagai langkah pengamanan sementara, PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 1 Jakarta telah memasang palang pengaman sementara di jalur penyeberangan nomor 86 di Jalan Ampera yang berdekatan dengan Stasiun Bekasi Timur. Penutupan secara permanen juga akan segera dilaksanakan apabila penjagaan dan pengawasan selama 24 jam di lokasi ini tidak dapat dipenuhi dengan baik.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli