Berita Utama Bekasi Satu

Warga Bekasi Raup Miliaran Rupiah dari Bank Sampah Sepanjang 2025

01 May 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Pengelolaan sampah melalui sistem Bank Sampah di Kota Bekasi terbukti tidak hanya efektif menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga membawa berkah ekonomi yang signifikan bagi warganya.

Sepanjang tahun 2025, perputaran uang dari hasil pemilahan sampah ini melonjak tajam hingga menembus angka Rp 2,5 miliar. Angka tersebut melesat jauh dibandingkan capaian pada tahun 2024 yang berada di kisaran Rp 1,6 miliar.

Direktur Bank Sampah Induk Patriot (BSIP) Kota Bekasi, Mulyanto Diharjo, menegaskan bahwa tren positif ini merupakan bukti nyata dari kemandirian ekonomi warga berbasis lingkungan.

“Dampak nilai ekonominya sangat terasa. Ketika sampah dikelola dengan baik oleh Bank Sampah, masyarakat langsung mendapatkan nilai ekonomi sebesar itu (Rp 2,5 miliar) di tahun 2025,” ujar Mulyanto dalam keterangannya dikutip, Jumat (01/05/26)

Peningkatan omzet warga ini sejalan dengan meroketnya volume sampah yang berhasil diselamatkan agar tidak berujung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). BSIP mencatat, total tonase sampah yang dikelola sepanjang 2025 mencapai lebih dari 990 ton.

Angka ini melesat lebih dari 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyentuh 635 ton.Peningkatan signifikan juga terlihat pada pemilahan sampah anorganik yang naik dari 145 ton menjadi 180 ton.

“Dan untuk sisa makanan (sampah organik), saat ini sudah sukses dikelola menggunakan metode budidaya maggot,” jelasnya.

Potensi yang Belum Tercatat Maksimal

Meski capaian ekonomi sudah menyentuh miliaran rupiah, Mulyanto menyoroti masih adanya potensi perputaran uang dan volume sampah yang belum tercatat secara administratif.

Dari total 1.020 Rukun Warga (RW) yang tersebar di Kota Bekasi, tercatat baru sekitar 613 Bank Sampah tingkat RW yang secara aktif melakukan dan melaporkan hasil penimbangan hingga akhir 2025. Sementara itu, sekitar 400 titik lainnya terindikasi belum tertib secara pelaporan.

“Ternyata setelah ditelusuri lebih lanjut, sebetulnya dari 400 Bank Sampah yang belum tercantum itu, banyak di antaranya yang sudah melakukan aktivitas penimbangan, tetapi belum melaporkan datanya kepada kami,” tutur Mulyanto.

Menyikapi hal tersebut, pihak BSIP Kota Bekasi berkomitmen untuk kembali turun ke lapangan guna menggencarkan edukasi dan sosialisasi administratif. Mulyanto berharap, seluruh pengurus di tingkat kewilayahan menyadari pentingnya sinkronisasi data.

“Utamanya terkait bagaimana mendata bahwa Bank Sampah itu sudah melakukan aktivitas dan pengurangan sampah sesuai dengan hasil penimbangan mereka,” pungkasnya.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: