BEKASISATU, JAKARTA – Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Yakesma menetapkan target penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp180 miliar pada tahun 2026. Langkah agresif ini diambil sebagai bentuk dukungan nyata terhadap target pemerintah dalam mencapai nol persen kemiskinan ekstrem pada tahun 2027.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam gelaran Indonesian CollaborAction Forum 2026 yang diselenggarakan, Rabu (11/02/26) bertempat di Gedung Halal Network Internasional.
Dalam forum yang mempertemukan berbagai mitra strategis tersebut, Yakesma juga meluncurkan tagline khusus menyambut bulan suci Ramadhan, yakni “Berkah Bahagia Untuk Semesta”.
CEO Laznas Yakesma, Dr. Romdlon Hidayat, mengungkapkan bahwa kenaikan target ini berkaca pada capaian positif tahun 2025. Tahun lalu, lembaga ini berhasil menghimpun dana umat sebesar Rp130 miliar yang telah didistribusikan kepada lebih dari ratusan ribu penerima manfaat, baik di dalam maupun luar negeri.
“Untuk tahun 2026, kami menargetkan penghimpunan sebesar Rp180 miliar. Kami mengumpulkan para mitra strategis untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi kerja di tahun mendatang,” ujar Romdlon di sela-sela acara.
Sinergi Entaskan Kemiskinan Ekstrem
Romdlon menjelaskan, pilar utama penyaluran dana tahun depan akan difokuskan pada pemberdayaan ekonomi. Hal ini sejalan dengan agenda prioritas nasional untuk menghapus kemiskinan ekstrem.
“Kami punya program unggulan pemberdayaan ekonomi untuk mengentaskan kemiskinan, wabilkhusus kemiskinan ekstrem yang saat ini menjadi target pemerintah jadi zero di tahun 2027. Kami men-support dan bersinergi dengan pemerintah untuk menyukseskan program-program itu,” tegasnya.
Selain ekonomi, sektor pendidikan juga menjadi prioritas melalui pemberian beasiswa dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Fokus Pemulihan Aceh dan Palestina
Dari sisi kemanusiaan, Yakesma membagi fokusnya pada dua titik krusial: pemulihan pasca-bencana di Sumatera (Aceh) dan bantuan kemanusiaan global untuk Palestina.
Di Aceh, Romdlon menyebut pihaknya turun langsung untuk memastikan pemulihan ekonomi dan infrastruktur berjalan pasca-bencana.
“Sumatera, Aceh ini luar biasa kerja-kerja kami untuk bisa membangun kembali (recovery). Ada renovasi rumah, hunian sementara (huntara), layanan kesehatan, dan membangkitkan kembali ekonomi mereka. Ekonomi kan hampir semua habis, ya. Saya pastikan Yakesma hadir langsung di tengah mereka,” ungkap Romdlon.
Sementara untuk krisis kemanusiaan global, Yakesma memperluas jangkauan bantuannya tidak hanya di dalam Gaza, tetapi juga hingga ke kamp pengungsian di negara tetangga seperti Suriah.
“Perjuangan Palestina kita dukung dengan bantuan kemanusiaan di Gaza maupun di pengungsian sekitarnya. Seperti di Suriah, saya kemarin baru saja dari Damaskus untuk memantau langsung,” pungkasnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli