BEKASISATU, KOTA BEKASI – Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi resmi merilis hasil seleksi administrasi lelang jabatan (open bidding) untuk tiga posisi strategis Eselon II pada tahun 2026.
Dari total 30 pelamar yang mendaftar, persaingan berlangsung ketat dengan hasil seimbang: 15 pejabat dinyatakan lulus, sementara 15 lainnya harus gugur di tahap awal.
Berdasarkan dokumen Pengumuman Nomor: 800.1.2.6/5-Pansel.JPT, tiga kursi eselon II yang tengah diperebutkan adalah Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi), serta Kepala Dinas Pendidikan (Disdik).
Untuk formasi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, lima pejabat sukses mengamankan tiket ke tahap selanjutnya. Mereka adalah Agus Harpa Senjaya, Fajar Triawan, Fitri Widyati, Selamat Gunawan Nst, dan Zainal Abidin Syah. Sebaliknya, tujuh pelamar lain di formasi ini dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi.
Persaingan tak kalah panas terjadi pada perebutan kursi Kepala Diskominfostandi. Enam kandidat berhasil melenggang, yakni Eka Chorid Ivo Vauzi, Jaya Eko Setiawan, Nia Aminah Kurniati, Teguh Indrianto, Warsim Suryana, dan Yunan Albaehaqi. Sementara tiga pesaing lainnya dipastikan terhenti langkahnya.
Kejutan juga mewarnai bursa Kepala Dinas Pendidikan. Dari sembilan pelamar yang menyerahkan berkas, hanya empat nama yang dinyatakan lolos administrasi, yaitu Ahmad Sahroni, Chondro Wibhowo Mahartoyo Sukmo, Helmy, dan Dr. Juli Hartini. Lima pejabat lainnya terpaksa gugur.
Sebelumnya, santer beredar rumor di lingkungan pemerintahan bahwa lelang jabatan hanya akan menyasar tiga posisi utama, yakni Asisten Daerah (Asda) 2, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), dan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi). Namun, fakta birokrasi menunjukkan jumlah kekosongan lebih dari itu.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, meluruskan informasi yang beredar. Ia membenarkan adanya rencana open bidding, namun menegaskan bahwa tahapan tersebut belum secara resmi berjalan.
“Belum (berjalan), secara proses itu baru sebatas usulan saja dari Pak Wali Kota. Memang ada, tapi kita masih menunggu Pak Wali Kota,” ungkap Abdul Harris Bobihoe saat dikonfirmasi oleh awak media beberapa waktu lalu.
Sebagai informasi bagi publik, saat ini terdapat sedikitnya lima jabatan setingkat Eselon II di lingkup Pemkot Bekasi yang belum memiliki pejabat definitif, antara lain:
Dengan dilakukannya seleksi 3 jabatan Eselon II oleh Pemkot Bekasi diharapkan bisa mengurangi kekosongan jabatan eselon II dan bisa mengoptimalkan pelayanan publik dan roda pemerintahan di Kota Bekasi.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli