Berita Utama Bekasi Satu

Antrean Truk Sampah TPST Bantargebang, Air Lindi Berceceran

08 May 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Antrean panjang truk sampah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang kerap mengular hingga ke Jalan Raya Narogong kembali memicu keresahan warga. Menyikapi hal ini, Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, mendesak segera dibangunnya shelter atau area transit khusus bagi armada pengangkut sampah tersebut.

Desakan ini muncul bukan tanpa alasan. Penumpukan armada sering kali menyebabkan ceceran air lindi di jalan raya yang menimbulkan bau tak sedap sekaligus membahayakan para pengguna jalan.

Berdasarkan laporan pengelola TPST Bantargebang, antrean ini terjadi akibat adanya larangan masuk bagi truk sampah saat kawasan tersebut diguyur hujan, guna mengantisipasi potensi bencana.

“Karena kalau situasi di lokasi sedang terjadi hujan, truk sampah itu enggak boleh masuk ke area TPST. Karena takut longsor seperti imbauan dari Gubernur DKI Jakarta, supaya menghindari kejadian seperti sebelumnya,” ungkap Anton dalam keterangannya, Kamis (07/05/26).

Imbas dari kebijakan tersebut, beberapa hari terakhir warga sekitar Bantargebang harus berhadapan dengan antrean truk yang memakan bahu jalan. Anton bersama sejumlah kolega legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) setempat bahkan harus mengambil tindakan tegas dengan memutar balik armada tersebut ke Ibu Kota.

“Makanya kemarin kita suruh balik lagi ke Jakarta truk-truknya itu. Karena kasihan warga yang dirugikan. Kejadiannya dua hari lalu, kalau hari ini sudah lancar karena cuaca hari ini sudah bagus,” jelas politisi asal PDI Perjuangan tersebut.

Untuk mengurai benang kusut ini, Anton menegaskan bahwa penyediaan shelter transit adalah solusi mutlak yang harus direalisasikan oleh pengelola TPST Bantargebang dan Pemprov DKI Jakarta. Pihaknya sedang merampungkan surat resmi untuk mendorong kebijakan tersebut.

“Saya meminta untuk TPA Bantargebang menyediakan lahan untuk transit, jangan di jalan raya. Besok rencananya kita mau kasih surat ke TPA Bantargebang untuk membenahi,” tegasnya.

Terkait keluhan warga soal ceceran air lindi, Anton mengapresiasi langkah responsif pihak DKI yang langsung menerjunkan unit pembersih jalan. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pembersihan hanyalah solusi reaktif sesaat.

“Kemarin Alhamdulillah oleh pihak DKI langsung ada pembersihan jalan, disiram dan pakai mobil pembersih. Namun, kalau usulan shelter tidak direalisasikan segera, maka akan terus berbahaya. Ini yang dikeluhkan warga, imbas lindi sampah yang sering berceceran di jalan raya,” pungkasnya.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: