Infobekasi.co.id – Imbas kenaikan harga minyak goreng bersubsidi merek Minyakita, para pedagang gorengan di Terminal Induk Bekasi memilih beralih menggunakan minyak goreng curah sekaligus menaikkan harga jual dagangannya.
“Harga minyak memang sudah naik sejak bulan lalu, tepatnya saat masa lebaran,” ujar Firman, 28 tahun, salah seorang pedagang gorengan jualan di Terminal Induk Bekasi, saat ditemui pada Selasa, 5 Mei 2026.
Sejak harganya terus meningkat, Firman tidak lagi menggunakan Minyakita dan beralih ke minyak curah karena harganya lebih terjangkau. Sebagaimana pantauan Infobekasi di Pasar Baru, saat ini harga Minyakita sudah mencapai Rp23.000 per liter.
“Saya sekarang pakai minyak curah, menurut saya harganya jauh lebih murah dan lebih terjangkau dibandingkan minyak kemasan seperti itu,” jelas Firman.
Meski begitu, Ia mengakui harga minyak curah pun mengalami perubahan yang tidak menentu selama sebulan terakhir. Jika sebelumnya hanya dijual seharga Rp8.000 per liter, sempat melonjak hingga Rp15.000, dan saat ini sudah turun kembali menjadi Rp10.000 per liter.
Dalam sehari, Firman menghabiskan sekitar tiga liter minyak untuk mengolah dagangannya. Minyak tersebut bisa dipakai kembali satu hingga dua kali dalam seminggu.
Kondisi ini memaksanya mengambil langkah menaikkan harga jual. Jika sebelumnya satu buah gorengan dijual seharga Rp1.000, kini Ia menjualnya seharga Rp1.500.
Firman sempat berencana menaikkan harga menjadi Rp2.000 per buah, namun ia urungkan karena khawatir para pembeli enggan membeli karena dianggap terlalu mahal. Ia juga cemas jika pendapatannya nanti tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Sekarang dijual Rp1.500, kalau beli sepuluh ribu dapat delapan buah. Saya sebenarnya mau naikkan lagi, tapi takut nggak ada yang beli. Omzet saya memang masih stabil untuk saat ini, tapi saya tetap merasa khawatir,” katanya.
Pria yang sudah setahun berdagang gorengan di lokasi itu berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga barang kebutuhan, khususnya minyak goreng dan kantong plastik. Menurutnya, jika masalah ini tidak segera dicarikan solusinya, akan semakin menyulitkan kehidupan masyarakat dan pelaku usaha kecil seperti dirinya.
“Rasanya berat sekali jadi pedagang sekarang, harus pintar-pintar mengatur segala hal supaya bisa terus bertahan berdagang,” pungkasnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli