Berita Utama Info Bekasi

Dari Rawalumbu hingga Alun-Alun, Andri Jualan Dodol Keliling Buat Tambahan Penghasilan

20 March 2026 Administrator Desa

Infobekasi.co.id – Andri, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di UPTD Taman Hutan Kota Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, menjadikan dodol Betawi sebagai pilihan usaha tambahan jelang Ramadan, mengingat ia tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).

Ia mulai berjualan dodol keliling menggunakan sepeda motor, usai selesai bekerja sebagai petugas lapangan penanganan sampah di Taman Alun-alun Kota Bekasi. Usaha ini sudah dilakukan selama lima tahun.

“Memang jualan musiman setiap seminggu atau lima hari sebelum Lebaran pasti saya muter (keliling). Buat tambahan, karena dari zaman TKK dulu kan memang ora (enggak) dapat THR,” ujar Andri saat berbincang dengan jurnalis Infobekasi, Jumat (20/3/2026).

Andri memilih berjualan dodol lantaran makanan ini ciri khas masyarakat Betawi, yang dimana penduduk Bekasi cukup banyak orang Betawi. Pangsa pasarnya dinilai tepat.

Dodol yang Ia jual diperoleh dari saudaranya di Kampung Ceger, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Andri memesan dodol tersebut, kemudian dijual dengan cara berkeliling wilayah Bekasi.

“Nyari tambahan di luar jam kerja, jualan dodol. Dodol ini dari kampung Ceger,” jelasnya.

Dengan sepeda motor-nya, setiap hari Andri membawa sedikitnya 30 kilogram dodol yang telah dikemas dibungkus plastik. Ada berbagai varian yang ditawarkan.

“Ada dodol original, wijen, ketan hitam, strawberry hingga cokelat. Saya jual per kilo-nya Rp60 ribu,” terang Andri.

Rute jualan Ia telusur, mulai dari sekitar Rawalumbu, selanjutnya ks Alun-alun Kota Bekasi. Andri mengaku, pembeli dodol kebanyakan dari rekan kerjanya.

“Ia mereka berminat. Saya nyampe di lokasi, mereka pada pesan sekilo-sekilo. Kadang juga COD, saya antarkan ke rumah,” tuturnya.

Dari berjualan dodol keliling ini, Andri mengaku bisa meraup pendapatan mulai dari Rp200 ribu, hingga Rp800 ribu per hari. Tergantung ramai-nya pembeli.

“Ya kalau rame bisa dapat Rp800 ribu. Kalau lagi kurang ramai sehari dapat untung Rp200 – Rp300 ribu. Namanya dagang, enggak selalu laku” ucap Andri.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: