Berita Utama Bekasi Satu

DPRD Kota Bekasi Soroti Krisis Air Bersih dan Pompa Tua di Graha Indah

09 July 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Pemandangan memprihatinkan mewarnai agenda serap aspirasi (reses) Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Golkar Solidaritas, Alan Syafei, di Perumahan Graha Indah, Kelurahan Jakamulya, Kota Bekasi.

Ribuan warga di kawasan tersebut terpaksa menghadapi ancaman banjir dan krisis air bersih hanya dengan fasilitas yang serba terbatas.

Melihat kondisi pompa penyedot air warga yang sudah tua dan berukuran kecil, pria yang akrab disapa Bang Pe’i ini tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Ia langsung mendesak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi untuk turun tangan meremajakan fasilitas vital tersebut.

Menurutnya, topografi perumahan yang berdiri di atas lahan eks-persawahan membuat kawasan itu sangat rentan terhadap genangan.

“Di Perumahan Graha Indah Kelurahan Jakamulya ini, kalau terkena bencana banjir pasti tingginya mencapai 1 hingga 2 meter, dan surutnya juga lama. Maka dari itu, saya meminta DBMSDA Kota Bekasi segera memberikan pompa air listrik yang layak guna meringankan beban warga,” tegas Bang Pe’i, Rabu (08/07/26).

Keluhan serupa turut disuarakan oleh warga setempat. Marwan, perwakilan warga RW 10, mengonfirmasi bahwa banjir setinggi satu meter sudah menjadi makanan sehari-hari saat musim penghujan. Parahnya lagi, warga kini makin tercekik oleh biaya operasional pompa manual hasil swadaya masyarakat.

Pemberlakuan aturan pelarangan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite menggunakan jerigen memaksa warga harus merogoh kocek lebih dalam.

“Pompa penyedot air yang kami punya masih manual berbahan bakar bensin. Karena sekarang tidak bisa beli Pertalite pakai jerigen, mau tak mau kami harus beli Pertamax seharga hampir Rp16.000 per liter. Kami mendesak Pemkot memfasilitasi pompa air bertenaga listrik,” keluh Marwan.

Dihantui Krisis Air Bersih

Penderitaan warga Graha Indah rupanya tidak berhenti pada masalah banjir. Sekitar 1.000 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 13 RT di kawasan tersebut juga dihadapkan pada ancaman krisis air bersih.

Status lahan yang dulunya merupakan kawasan rawa membuat kualitas air tanah di sana sangat buruk dan tercemar, sehingga membahayakan kesehatan jika dikonsumsi sehari-hari.

“Air tanah di perumahan ini sama sekali tidak layak minum. Kami sangat berharap Pemkot Bekasi segera mengintervensi, minimal dengan menyediakan jaringan pipa air bersih dari PDAM agar masuk ke daerah kami di RW 10,” pungkas Marwan.

Kini, warga menggantungkan asa pada dorongan legislatif dari Alan Syafei agar Pemerintah Kota Bekasi segera mengeksekusi solusi permanen, baik untuk penanganan banjir maupun ketersediaan air bersih di Perumahan Graha Indah.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: