Berita Utama Bekasi Satu

Efek Mudik, Volume Sampah Lebaran di Kota Bekasi Turun Drastis

24 March 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Eksodus warga yang pulang ke kampung halaman pada momen libur Idul Fitri 1447 Hijriah membawa “napas lega” bagi pengelolaan lingkungan di Kota Bekasi. Terbukti, volume sampah rumah tangga yang dihasilkan selama periode Lebaran 2026 dilaporkan turun dibandingkan tahun sebelumnya.

​Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mencatat, total sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu pada periode 18-23 Maret 2026 hanya mencapai 3.677 ton.

​Angka ini merosot tajam jika disandingkan dengan catatan pada musim mudik Lebaran tahun 2025 lalu, di mana volume sampah warga Kota Bekasi menembus angka 7.973 ton (periode 29 Maret – 6 April).

​Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, membenarkan fenomena penurunan ini. Menurutnya, berkurangnya aktivitas domestik karena mayoritas warga melakukan perjalanan mudik menjadi faktor utama menyusutnya timbulan sampah kota.

​”Alhamdulillah, periodik sampah libur Lebaran tahun kemarin sudah jauh berkurang, untuk tahun ini hampir 4.000 ton sampah sudah masuk ke TPA Sumur Batu,” ujar Kiswatiningsih dalam keterangannya, Selasa (24/3/2026).

​Tetap Siaga Meski Sampah Berkurang

​Data penurunan volume sampah tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari 14 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebersihan yang tetap beroperasi penuh selama masa cuti bersama dan libur Lebaran.

​Saat tiba di TPA Sumur Batu, ribuan ton sampah tersebut tidak dibiarkan begitu saja. Petugas langsung melakukan proses pemilahan untuk memisahkan sampah domestik yang masih memiliki nilai ekonomis atau bisa didaur ulang, dengan sampah residu yang harus diproses lebih lanjut.

​Meski tren volume sampah terbukti menurun, DLH Kota Bekasi sebelumnya tidak mau kecolongan. Instansi ini tetap menyiagakan ribuan petugas kebersihan yang didukung ratusan armada pengangkut.

​Selama libur Lebaran 1447 H, para “pasukan oranye” ini difokuskan untuk menyisir dan menjaga kebersihan di titik-titik vital, mulai dari pasar tradisional, pusat perbelanjaan, sentra keramaian, hingga kompleks permukiman warga yang ditinggal mudik.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: