BEKASISATU, KOTA BEKASI – Perbaikan ruas Jalan Swatantra 5 Cipendawa menuju simpang Tol Jatiasih, Kota Bekasi, kini tengah dikebut menggunakan metode beton fast track (beton cepat kering).
Proyek yang dikerjakan oleh CV Arrahji selaku rekanan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi ini menerapkan spesifikasi teknis khusus guna memastikan ketahanan jalan jangka panjang sekaligus persiapan menyambut arus mudik Lebaran 2026.
Secara teknis, konstruksi jalan sepanjang 310 meter dengan lebar bervariasi antara 7 hingga 10 meter ini menggunakan mutu beton fc30 yang dicor dan akan cepat kering selama 24 jam. Untuk menjamin rigiditas dan kekuatan menahan beban tonase kendaraan, ketebalan cor mencapai 25 sentimeter yang diperkuat dengan wiremesh M8.
Selain itu, sistem penguncian pelat beton dinilai cukup komprehensif. Pemasangan tie bar dan besi dowel diaplikasikan pada setiap 20 meter persegi per segmen guna meminimalisasi potensi pergeseran atau retak pada badan jalan di masa depan.
Tidak hanya berfokus pada jalan, sistem drainase di titik rawan macet tersebut turut dibenahi. CV Arrahji memasang u-ditch berdimensi 80×80 sentimeter di kedua sisi jalan dengan presisi elevasi yang ketat.
Menariknya, pemasangan LC saluran air ini juga memanfaatkan beton fast track, sebuah metode akselerasi yang jarang ditemui pada pengerjaan u-ditch standar.
Hingga pekan pertama Maret 2026, progres pekerjaan telah menyentuh angka 70 persen sejak dikerjakan pada 18 Februari lalu. Proyek ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 10 Maret 2026.
Akselerasi pengerjaan dalam waktu kurang dari satu bulan ini sangat krusial, mengingat kerusakan parah di pertigaan menuju arah Villa Nusa Indah tersebut selama ini menjadi biang kemacetan lalu lintas setiap harinya.
Tampak warga di wilayah tersebut sangat senang dengan perbaikan jalan dengan menggunakan metode fast track beton 24 jam kering
Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto juga mengapresiasi apa yang dilakukan Cv. Arrahji dalam memperbaiki jalan swatantra 5 Cipendawa.
Dirinya menyebut bahwa peralihan ke metode beton fast track merupakan langkah evaluasi atas penanganan jalan rusak yang sebelumnya kurang maksimal akibat tingginya curah hujan. Metode ini memiliki daya tahan superior terhadap genangan air dan cuaca ekstrem.
“Kita paham, kalau dilihat jalan-jalan kita kan juga karena hujan. Kemarin kita evaluasi, mungkin sekalian ya, hari kemarin banyak yang viral jalan-jalan kita rusak. Jadi minggu ini kita coba evaluasi, kita mau patching-nya pakai beton yang fast track. Jadi biar agak awet,” tegas Idi beberapa waktu lalu
Waktu pengerasan yang singkat pada beton fast track memungkinkan jalan dapat segera difungsikan kembali oleh masyarakat, sehingga mobilitas warga Kota Bekasi tidak terganggu terlalu lama akibat penutupan lajur pengerjaan.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli