Berita Utama Bekasi Satu

HUT ke 18 Bawaslu: Jaga Marwah Institusi dari Politik Uang

10 April 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI — Memasuki usia ke-18 tahun, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi merombak total strategi pengawasannya. Tak lagi sekadar menunggu laporan di balik meja kantor, Bawaslu kini menerapkan metode “jemput bola” guna memberantas praktik politik uang dan menekan tingginya angka apatisme pemilih.​

Komisioner Bawaslu Kota Bekasi, Jhonny Sitorus, menegaskan bahwa momentum hari jadi pada Kamis (09/04/26) ini menjadi titik balik lembaganya. Bawaslu kini bergerak proaktif turun ke pasar-pasar tradisional hingga menggandeng Karang Taruna sebagai agen pengawas partisipatif di lapangan.

​”Kota yang jujur adalah cita-cita kami. Di hari jadi ke-18 ini, kami mengajak seluruh patriot Bekasi untuk tidak lelah menjadi saksi sejarah. Tolak amplopnya, laporkan kecurangannya. Suara Anda adalah senjata paling ampuh di zaman modern ini,” tegas Jhonny melalui keterangan tertulisnya.

​Langkah agresif ini diambil bukan tanpa alasan. Bawaslu menyadari bahwa tantangan terbesar di Kota Patriot saat ini adalah memulihkan kepercayaan publik, terutama di kalangan masyarakat pekerja yang kerap menjadi target politik transaksional. Jhonny mengaku sempat tertampar oleh keresahan warga pemilih pemula yang merasa demokrasi saat ini hanyalah pertunjukan panggung milik elite politik.

​”Pertanyaan seperti ‘Bawaslu menjaga siapa?’ adalah pukulan bagi kami. Di Kota Bekasi, denyut demokrasi berdetak cepat di antara pabrik dan permukiman padat. Kami hadir untuk memastikan bahwa suara buruh hingga ibu rumah tangga tidak terabaikan oleh janji politisi musiman,” ungkapnya.

​Lebih lanjut, Jhonny mengibaratkan Bawaslu layaknya ‘penjaga malam’ di kawasan industri yang pantang terlelap. Pihaknya berkomitmen untuk memagari suara rakyat dari incaran para pemburu kekuasaan yang kerap menghalalkan segala cara menjelang hari pencoblosan.

​”Saat masyarakat terlelap dalam euforia kampanye, kami menyusuri gang sempit untuk memantau potensi mobilisasi warga atau perusakan alat peraga. Kami bukan algojo politisi, kami adalah penjaga kepercayaan publik. Sekali kepercayaan itu runtuh, maka runtuh pula demokrasi kita,” jelas Jhonny.

​Semangat Bawaslu Kota Bekasi untuk menghadirkan pemilu bersih ini juga terinspirasi dari akar rumput. Jhonny menceritakan kisah seorang lansia asal Bantar Gebang yang fisiknya telah renta, namun tetap bersikeras merawat hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Motivasi sang kakek amat sederhana: ia ingin cucunya kelak tumbuh di kota yang jujur, agar layak menyandang nama besar ‘Anak Patriot’.

​Meneladani hal tersebut, Jhonny memastikan bahwa Bawaslu akan berdiri di garis terdepan untuk membela suara rakyat kecil, meski kerap dihadapkan pada tekanan dari pihak-pihak berkuasa.

​”Jiwa kepahlawanan sejati bagi warga Kota Bekasi saat ini, adalah keberanian berkata jujur meskipun pahit. Kami ingin memastikan demokrasi bukan hanya milik mereka yang punya panggung atau dompet tebal, tapi milik setiap warga yang mendambakan kota yang jujur,” pungkas Jhonny.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: