Infobekasi.co.id – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi menyampaikan empat tuntutan menyusul beroperasinya bus Trans Beken. Kehadiran layanan baru tersebut dinilai menyerobot trayek angkutan kota (angkot) yang sudah ada.
Wakil Ketua Organda Kota Bekasi, Purwadi, menegaskan, tuntutan yang diajukan bertujuan agar terjadi keseimbangan antara transportasi massal dan angkot.
“Yang penting titik pemberhentiannya ditentukan. Lalu, jam operasional. Kami minta jam operasional hanya dari pukul 06.00 hingga 17.00 WIB saja. Malam hari tidak usah beroperasi agar angkot tetap kebagian penumpang. Kemudian, sebisa mungkin Trans Beken segera berbayar, jangan digratiskan terus,” ujar Purwadi kepada wartawan, Rabu (11/02/2026).
Masihnkata Purwadi, peluncuran Trans Beken oleh Pemerintah Kota Bekasi minim sosialisasi kepada para sopir angkot. Hal ini memicu polemik karena mengancam pendapatan sopir angkot yang kini semakin kesulitan mengejar setoran.
“Dampaknya, penghasilan menurun jauh,” ungkap Dia.
Polemik ini sebelumnya memicu aksi demonstrasi para sopir angkot di Jalan Ahmad Yani pada Selasa pagi. Aksi tersebut sempat menyebabkan kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menjelaskan, angkot sebenarnya masih memiliki fungsi dalam menjangkau penumpang. Sebab, bus Trans Beken hanya melayani naik-turun penumpang di titik-titik halte (shelter) tertentu.
“Angkot bisa menaikkan dan menurunkan penumpang di banyak titik kapan saja. Sementara bus ini hanya berhenti di halte tertentu dan jumlah unitnya juga masih sedikit,” tutup Tri Adhianto.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli