Berita Utama Bekasi Satu

Instruksi Presiden, Kota Bekasi Mulai Bersih-bersih Spanduk Semrawut

07 February 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI– Pemandangan semrawut akibat hutan spanduk dan baliho liar di Kota Bekasi mulai dibersihkan secara masif. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi kini tengah gencar melakukan penertiban di 12 kecamatan guna mengembalikan estetika wajah kota.

Langkah tegas ini diambil merespons instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto yang meminta pemerintah daerah membereskan polusi visual di ruang publik. Tidak hanya sekadar mencopot atribut liar, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai mewacanakan transisi metode periklanan menuju era digital.

Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Nesan Sujana, mengusulkan agar ke depannya para pelaku usaha mulai beralih menggunakan media Videotron. Langkah ini dinilai efektif untuk menjaga kerapian kota sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Untuk menjaga estetika kota serta peningkatan PAD, saya usul agar ke depan iklan dan lain sebagainya diutamakan dalam bentuk digital atau Videotron, tidak lagi dalam bentuk spanduk atau baliho,” ujar Nesan, dikutip Sabtu (07/02/26).

Menyasar Iklan Warung hingga ProtokolOperasi pembersihan ini telah berjalan intensif selama sepekan terakhir. Nesan menjelaskan bahwa target operasi tidak hanya jalan-jalan protokol, tetapi juga spanduk produk yang kerap menutupi fasad warung atau toko kecil sehingga menimbulkan kesan kumuh.

Meski demikian, Nesan memastikan penertiban dilakukan secara selektif. Pihaknya tidak akan membongkar papan nama identitas toko yang sah.“Kita tinggalkan (tidak tertibkan) kalau yang cuma ada tulisan nama tokonya saja. Namun ke depan, di pasar atau di manapun apabila kita mendapatkan reklame atau umbul-umbul produk yang sekiranya tidak layak, akan kami tertibkan,” tegasnya.

Nesan menambahkan, penertiban ini bukan sekadar soal keindahan, melainkan upaya strategis untuk menertibkan administrasi perizinan. Banyaknya spanduk tak berizin yang bertebaran dinilai merugikan potensi pendapatan daerah.

Pihaknya berkomitmen menjalin kerja sama dengan perangkat daerah terkait untuk memastikan tata ruang kota tetap terjaga tanpa mematikan geliat ekonomi.

“Kerja kolaboratif. Di satu sisi kita melakukan penertiban, di sisi lain mendorong peningkatan PAD, tidak menimbulkan kekumuhan dan tidak melanggar pola ruang,” pungkas Nesan.

Operasi ini ditargetkan terus berlanjut hingga visi Kota Bekasi yang Asri (Aman, Sejahtera, Rapi, dan Indah) benar-benar terwujud di seluruh penjuru kota.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: