BEKASISATU, KOTA BEKASI – Pemandangan unik dan penuh kehangatan akan mewarnai Kota Bekasi pada perayaan Cap Go Meh menyambut Tahun Baru Imlek 2577. Bertepatan dengan bulan suci Ramadan, rangkaian karnaval budaya yang diinisiasi oleh Wihara Hok Lay Kiong ini justru disulap menjadi ajang ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa bagi umat Muslim setempat.
Ketua Yayasan Kelenteng Hok Lay Kiong, Ronny Hermawan, mengungkapkan bahwa panitia sengaja melakukan sejumlah penyesuaian teknis pada perayaan yang jatuh pada Selasa (03/03/26) mendatang. Rute pawai diperpendek dan waktu pelaksanaannya digeser menjadi sore hari, tepatnya mulai pukul 16.00 WIB.
“Waktunya kita adakan pada sore hari, sekalian ngabuburit memberikan hiburan bagi warga umat Muslim menjelang waktu berbuka puasa,” ucap Ronny, Jumat (27/02/26).
Penyesuaian jadwal ini bukan tanpa alasan. Panitia penyelenggara ingin memastikan momen perayaan keagamaan dan budaya Tionghoa ini bisa dinikmati bersama oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah puasa, melainkan justru melengkapinya dengan hiburan sore di sepanjang jalan utama Kota Bekasi.
Selain pawai dan karnaval budaya, kemeriahan juga akan didukung oleh festival kuliner yang berlangsung lebih awal, yakni mulai 28 Februari hingga puncak perayaan Cap Go Meh. Kehadiran ragam kuliner ini diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan takjil bagi masyarakat yang sedang berpuasa.
Ronny Hermawan yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, menegaskan bahwa perpaduan dua momen besar ini merupakan cerminan nyata dari kekuatan kebhinekaan di Indonesia. Semangat kebersamaan yang terekam dalam pawai nanti diharapkan mampu mengikis sekat-sekat perbedaan.
“Pawai dan karnaval yang akan segera dilangsungkan diharapkan akan semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menjadi momentum untuk memperkokoh persatuan serta kesatuan bangsa,” tuturnya.
Pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turun ke jalan dan merayakan momen langka ini dalam semangat persaudaraan.
“Mari kita sukseskan dan meriahkan perayaan Cap Go Meh, agar Kota Bekasi menjadi contoh kota toleran dan kota yang heterogen,” pungkas Ronny. Tag: Bekasi Bulan Ramadhan Cap Go Meh Kota Bekasi Toleransi
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli