Berita Utama Bekasi Satu

Kehadiran PSEL Bantargebang Bawa Angin Segar Bagi Warga Lokal

29 June 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi dipastikan akan membawa angin segar bagi perekonomian warga lokal. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, secara tegas meminta agar masyarakat, khususnya warga di sekitar Bantargebang, menjadi prioritas utama sebagai tenaga kerja.

Penegasan tersebut disampaikan Tri Adhianto dalam diskusi teknis bersama manajemen Wangneng Environment Co., Ltd. usai meninjau fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSA) milik perusahaan tersebut di Huzhou, Zhejiang, China, Minggu (28/06/26). Dalam kunjungan ini, Tri turut didampingi oleh jajaran DPRD Kota Bekasi dan tokoh masyarakat Bantargebang.

Menurut Tri, proyek strategis ini harus memberikan dampak dan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

“Saya ingin sejak proses pembangunan dimulai hingga nanti PSEL beroperasi, masyarakat Kota Bekasi, khususnya warga Bantargebang, menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja,” tegas Tri Adhianto.

Ia memaparkan bahwa keberadaan mega proyek PSEL tidak boleh sebatas menjadi ajang unjuk teknologi mutakhir dari luar negeri. Lebih dari itu, infrastruktur ini wajib menjadi motor penggerak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Bekasi.

“Kehadiran PSEL harus membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan masyarakat, sekaligus menjadi sarana alih pengetahuan agar ke depan SDM kita mampu mengoperasikan fasilitas berteknologi tinggi ini secara mandiri,” paparnya.

Merespons permintaan tersebut, Chairman Wangneng Environment Co., Ltd., Shan Chao, menyatakan komitmennya. Ia menjelaskan bahwa pelibatan tenaga ahli dari China hanya dilakukan pada tahap awal atau masa konstruksi semata untuk keperluan pendampingan teknis.

Kehadiran para ekspatriat tersebut, kata Shan, difokuskan pada proses transfer knowledge (alih pengetahuan) kepada pekerja lokal.

“Kami akan membawa tenaga ahli dari China pada tahap awal pembangunan dan commissioning. Namun tujuan kami adalah melakukan transfer teknologi dan pengetahuan. Setelah proses tersebut selesai, operasional fasilitas akan dijalankan oleh tenaga kerja lokal yang telah kami latih sesuai standar Wangneng,” urai Shan Chao.

Komitmen perusahaan asal China ini disambut positif oleh Pemerintah Kota Bekasi. Melalui kesepakatan alih teknologi ini, proyek PSEL diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, melainkan juga investasi SDM jangka panjang bagi daerah.

“Ini yang kami harapkan. Teknologinya datang ke Bekasi, ilmunya juga tinggal di Bekasi. Jadi yang kita bangun bukan hanya fasilitasnya, tetapi juga SDM masyarakat Bekasi,” pungkas Tri.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: