Target ekspansi ini melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat dibanding portofolio tahun lalu. Sebagai perbandingan, pada kalender anggaran 2025, DLH hanya mematok target pembangunan di angka 80 unit baru.
Bekasi — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi tancap gas memotong jalur birokrasi penanganan limbah dari hulu. Otoritas lingkungan hidup daerah ini menargetkan pembangunan 200 unit bank sampah baru sepanjang tahun anggaran 2026, yang diproyeksikan tersebar di tingkat Rukun Warga (RW) seluruh Kabupaten Bekasi.
Target ekspansi ini melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat dibanding portofolio tahun lalu. Sebagai perbandingan, pada kalender anggaran 2025, DLH hanya mematok target pembangunan di angka 80 unit baru.
Ketua Tim (Katim) Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Bekasi, Nurul Fitria, menjelaskan bahwa akselerasi ini merupakan bagian dari cetak biru (blueprint) intervensi sampah langsung dari sumbernya guna menahan laju beban TPA Burangkeng yang kian kritis.
“Target jangka panjang kami adalah mewujudkan ‘Satu RW Satu Bank Sampah’ di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi. Secara bertahap, kami terus menggenjot pembangunan unit baru setiap tahunnya,” ujar Nurul dalam keterangan resminya, Rabu, 20 Mei 2026.
Revitalisasi 482 Unit Guna Cegah “Mati Suri”
Berdasarkan data tabulasi DLH, total manifes bank sampah yang terdaftar di Kabupaten Bekasi saat ini telah menyentuh angka 482 unit. Kendati jaringannya kian gemuk, Nurul mengakui tantangan terbesar berada pada aspek konsistensi operasional di lapangan.
Guna menghindari fenomena proyek “mati suri”, DLH kini menerapkan skema evaluasi berkala dan program revitalisasi yang menyasar unit-unit pasif. Bagi 80 bank sampah yang dibangun pada klaster 2025, pemda mengklaim terus menyuntikkan program pendampingan intensif agar pengelolaannya mampu mandiri, optimal, dan berkelanjutan.
Dalam hal pembinaan struktural, DLH Kabupaten Bekasi mengunci empat instrumen utama, yakni pelatihan manajemen dan tata kelola keuangan internal, pendampingan teknis pemilahan serta standardisasi penimbangan jenis sampah.
Kemudian juga penguatan struktur organisasi dan legalitas kelompok pengelola. Program studi tiru (benchmarking) ke wilayah yang sukses mengomersialkan limbah.
Menuju Ekosistem Circular Economy
Nurul menegaskan, reduksi volume sampah dari hulu secara terintegrasi merupakan satu-satunya jalan rasional di tengah keterbatasan ruang tampung hilir saat ini. Melalui penetrasi ratusan bank sampah baru ini, pemerintah daerah berambisi mengubah paradigma publik dari sekadar membuang sampah menjadi memanen nilai ekonomis.
“Kami berharap budaya memilah sampah ini bisa bertransformasi dari sekadar kewajiban menjadi gaya hidup masyarakat,” kata Nurul.
Target akhir dari proyek intervensi massal ini adalah menciptakan ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular (circular economy) guna mendekati konsep nihil sampah (zero waste) di kawasan industri terbesar nasional tersebut.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Bekasi — Polres Metro Bekasi membantah keras tudingan adanya praktik pemerasan dan “uang damai” dalam…
Bekasi — Teka-teki mandeknya mega proyek Wisata Air Kalimalang di Kecamatan Bekasi Selatan akhirnya mulai…
Kabupaten Bekasi – Bagi warga Kabupaten Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…
Kota Bekasi – Bagi warga Kota Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…
Bekasi – Di bawah temaram lampu jalanan Kota Bekasi, Mulyadi mengisap dalam-dalam rokoknya. Asap mengepul,…
Bekasi — Lulusan sarjana pendidikan matematika asal Depok, Afiful Haidar (25), memilih banting setir mengikuti…
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli