Berita Utama Bekasi Satu

Krisis Solar di Kota Bekasi, Operasional Bus Antarprovinsi Lumpuh

05 June 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar memicu kelumpuhan operasional transportasi publik di Terminal Induk Kota Bekasi, Jawa Barat. Sejak Kamis (04/06/26) pagi, puluhan armada bus terpaksa diparkir tanpa kepastian jadwal keberangkatan karena tangki bahan bakar yang kosong.

Berdasarkan pantauan di lapangan, krisis bahan bakar ini sebenarnya mulai dirasakan para pengemudi dan perusahaan otobus (PO) sejak Rabu (03/06/26). Sebanyak tujuh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Bekasi dilaporkan kehabisan stok solar secara serentak.

Rahmat, salah satu petugas pengurus PO Bus di Terminal Bekasi, membenarkan kondisi kritis tersebut. Ia menyebutkan bahwa nihilnya pasokan BBM membuat aktivitas di terminal nyaris terhenti.

“Sejak pagi stok solar memang benar-benar kosong di semua pom bensin terdekat. Tadi pagi memang ada beberapa armada yang terpaksa jalan, tapi itu murni mengandalkan sisa stok BBM hari sebelumnya,” ungkap Rahmat saat ditemui di lokasi, Kamis (04/06/26).

Rute Bekasi-Merak Terparah

Dampak kelangkaan ini paling memukul operasional bus antarprovinsi, khususnya rute arah barat. Sedikitnya 10 unit bus dari berbagai PO jurusan Bekasi–Merak tertahan di terminal dan batal mengangkut penumpang.

Kondisi serupa merembet ke armada tujuan Serang dan Banten. Menurut laporan para awak bus, krisis tidak hanya terjadi di dalam Kota Bekasi, tetapi juga di sepanjang jalur tol arah barat, di mana setiap rest area dilaporkan kehabisan pasokan solar.

Meski demikian, denyut nadi terminal belum sepenuhnya mati. Sejumlah bus dengan rute tujuan Jawa Barat terpantau masih bisa beroperasi, meski dengan kondisi sangat terbatas.

“Bus rute Jawa Barat masih bisa bergerak karena mereka menyiasatinya dengan mengisi solar penuh di terminal tujuan sana untuk bekal balik ke Bekasi. Tapi bagi armada yang sudah terlanjur nyangkut di Terminal Bekasi, ya terpaksa ngetem (berhenti beroperasi) karena tidak bisa isi solar sama sekali,” papar Rahmat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kejelasan dari pihak berwenang mengenai kapan pasokan solar akan kembali normal. Para sopir dan kru bus kini hanya bisa pasrah duduk di sekitar terminal, menunggu kedatangan truk tangki BBM yang waktunya tak pasti.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: