Bekasi — Roda kepemimpinan di tubuh Perumda Air Minum Tirta Patriot Kota Bekasi belum sepenuhnya lengkap. Pasca-pensiunnya Tjetjep Achmadi S, posisi Direktur Teknik (Dirtek) di BUMD milik Pemkot Bekasi tersebut hingga saat ini masih membiarkan kursi kekosongan operasional.
Padahal, Panitia Seleksi (Pansel) calon Dirtek Tirta Patriot sejatinya telah mengantongi tiga nama kandidat terbaik yang lolos hingga babak penyaringan akhir. Kini, nasib penentuan figur pengisi posisi strategis itu berada di meja Wali Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, membeberkan alasan di balik alotnya pengumuman nama pejabat definitif tersebut.
Tri menyebut berkas ketiga calon saat ini tengah diproses secara intensif di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) lantaran masih ada kelengkapan administratif yang wajib dipenuhi.
Tak hanya di meja kementerian, proses verifikasi kandidat juga melibatkan lembaga intelijen negara guna memastikan rekam jejak para calon bersih dari masalah hukum maupun rekam jejak yang cacat integritas.
“Prosesnya sekarang masih di Kemendagri, ada beberapa syarat administrasi yang masih perlu harus dilengkapi oleh ketiga calon,” ujar Tri Adhianto, Selasa (21/7/2026).
“Kemarin juga saya baru buat surat, karena harus sampai ke BINDA (Badan Intelijen Negara Daerah), memang harus ada kajian tentang latar belakang terkait masing-masing calon yang maju,” sambungnya.
Di lain sisi, Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Iman Faryadi, mendesak agar proses penetapan Dirtek definitif bisa segera dituntaskan.
Pria yang akrab disapa Awenk ini mengungkapkan bahwa kekosongan jabatan Dirtek sudah berlangsung cukup lama dan hanya ditopang oleh pejabat sementara berstatus Pelaksana Tugas (Plt).
Awenk menegaskan jajarannya siap berkolaborasi dan menyambut terbuka siapa pun figur yang kelak diberi mandat oleh Wali Kota Bekasi untuk mendampingi manajemen.
“Kami bersedia menerima siapa pun yang diberikan mandat oleh Wali Kota Bekasi, siapa pun itu,” tegas Awenk.
Menurut Awenk, pengisian jabatan Dirtek definitif sangat mendesak demi menjaga stabilitas teknis perusahaan. Terlebih saat ini Kota Bekasi mulai memasuki musim kemarau panjang yang mengancam debit air baku, ditambah lagi beban integrasi teknis pasca-pengalihan aset dan ratusan ribu pelanggan baru dari Perumda Tirta Bhagasasi yang butuh pengawalan ekstra di lapangan.
“Biar ada fokus (Dirtek). Ini mau menjelang kemarau, belum lagi masalah-masalah teknik yang terjadi,” pungkas Awenk.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Bekasi — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi membantah keras tudingan bahwa kebijakan penyewaan alat…
Bekasi — Arus lalu lintas di pintu keluar Perumahan Harapan Indah, Kota Bekasi, yang mengarah…
Bekasi — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menghemat penggunaan air…
Kabupaten Bekasi – Bagi warga Kabupaten Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…
Kota Bekasi – Bagi warga Kota Bekasi yang ingin mengurus perpanjangan SIM, Satlantas Polres Metro…
Bandung — Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara, mengakui telah menerima aliran dana segar sebesar Rp8,5…
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli