BEKASISATU, KOTA BEKASI— Publikasi terbaru Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) menyingkap fakta menarik di lingkaran pimpinan DPRD Kota Bekasi. Berdasarkan data e-LHKPN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) per 31 Desember 2025, terjadi ketimpangan yang cukup tajam antara harta sang Ketua DPRD dengan jajaran wakilnya.
Ketua DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS, Sardi Effendi, justru mencatatkan penurunan aset yang drastis. Berbanding terbalik dengan Wakil Ketua II dari Fraksi Golkar, Faisal, yang hartanya makin meroket dan mendominasi gedung dewan.
Terkait transparansi aset para wakil rakyat ini, KPK secara konsisten terus mendorong agar pelaporan dilakukan jujur dan tepat waktu.
”Kepatuhan dalam melaporkan LHKPN bukan sekadar menggugurkan kewajiban administratif, melainkan wujud nyata transparansi dan akuntabilitas penyelenggara negara kepada publik,” tegas Juru Bicara KPK dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
Harta Ketua DPRD Tergerus Utang
Dari data yang dirilis, Sardi Effendi menjadi pimpinan dewan dengan kekayaan paling “minimalis”. Harta bersih politisi senior PKS ini tersisa Rp641.203.273, anjlok drastis sebesar Rp719.059.201 dibandingkan laporannya pada tahun 2024 yang masih di angka Rp1,36 miliar.
Merosotnya harta Sardi tak lepas dari beban utang. Ia sejatinya memiliki total aset kotor Rp1.749.445.019, namun harus dipotong oleh kewajiban utang yang mencapai Rp1.108.241.746.
Penurunan kekayaan juga dialami oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Nuryadi Darmawan. Pria yang akrab disapa Enung ini mencatatkan kekayaan bersih Rp5.710.529.078, turun tipis Rp31.462.714 dari tahun sebelumnya. Nuryadi memiliki total aset Rp6,58 miliar dengan tanggungan utang sebesar Rp877 juta.
Faisal Terkaya, Puspa Yani Naik Tipis
Kondisi berbeda terlihat pada dua pimpinan lainnya. Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal, memimpin klasemen sebagai pimpinan dewan paling tajir.
Eks pentolan Komisi I ini mencatatkan kenaikan harta sebesar Rp338 juta. Kini, kekayaan bersihnya tembus di angka fantastis, yakni Rp24.864.560.575. Faisal melaporkan kepemilikan aset kotor mencapai Rp26,35 miliar yang dikurangi beban utang sebesar Rp1,49 miliar.
Tren positif juga diikuti oleh Wakil Ketua III dari Fraksi Partai Gerindra, Puspa Yani. Rekan separtai Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe ini melaporkan kenaikan harta sebesar Rp157 juta. Total kekayaan bersih politikus berlatar belakang pendidik ini kini mencapai Rp1.413.000.000. Puspa Yani tercatat memiliki aset kotor Rp1,77 miliar dengan sisa utang Rp360 juta.
Transparansi data e-LHKPN ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi masyarakat Kota Bekasi untuk ikut serta memantau profil finansial para wakil rakyatnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli