Infobekasi.co.id – Ikan arwana kerap dikaitkan dengan kalangan pebisnis sukses, bahkan disebut-sebut sebagai peliharaan favorit para CEO. Benarkah demikian, atau hanya sekadar mitos yang berkembang di masyarakat?.
Ikan arwana, khususnya jenis Asian Arowana, dikenal sebagai salah satu ikan hias termahal di dunia. Dengan warna mencolok seperti merah dan emas, serta bentuk tubuh yang menyerupai naga, ikan ini memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus makna simbolis yang kuat.
Sejumlah sumber menyebutkan, popularitas arwana di kalangan pengusaha tidak lepas dari kepercayaan budaya Tionghoa. Dalam praktik Feng Shui, arwana dianggap sebagai simbol keberuntungan, kekayaan, dan perlindungan.
Ikan arwana sering dijadikan simbol hoki dan kemakmuran, sehingga banyak ditempatkan di rumah atau kantor pelaku usaha. Kepercayaan ini membuat arwana dijuluki sebagai, “ikan naga”, diyakini mampu membawa energi positif bagi pemiliknya, terutama dalam urusan bisnis.
Selain faktor kepercayaan, harga arwana yang bisa mencapai puluhan juta hingga miliaran rupiah menjadikannya simbol status sosial. Tak sedikit kolektor dari kalangan pengusaha yang memelihara ikan ini sebagai bagian dari gaya hidup. Bsnis ikan arwana berkembang, lantaran tingginya permintaan dari kalangan elit.
Meski begitu, anggapan bahwa semua CEO memelihara arwana tidak sepenuhnya benar. Hingga kini, tidak ada data yang menunjukkan bahwa ikan ini menjadi peliharaan wajib para pengusaha sukses. Fenomena tersebut lebih merupakan stereotip yang terbentuk, karena citra arwana sebagai simbol kemewahan dan keberuntungan.
Dari sisi ilmiah, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa memelihara arwana dapat membawa rezeki atau kesuksesan. Kepercayaan tersebut lebih bersifat budaya dan psikologis. Meski demikian, bagi sebagian orang, memelihara arwana tetap memberikan kepuasan tersendiri, baik sebagai hobi maupun investasi.
Jadi, fenomena ikan arwana sebagai peliharaan para CEO merupakan perpaduan antara kepercayaan budaya, nilai ekonomi, dan gaya hidup. Artinya, hal tersebut bisa menjadi fakta bagi sebagian kalangan. Namun, tidak bisa digeneralisasi sebagai kebenaran bagi semua pelaku bisnis.
Bagaimana menurut kalian?
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli