BEKASISATU, KOTA BEKASI – Destinasi wisata ikonik Kota Bekasi, Hutan Bambu, lumpuh total akibat longsor hebat yang menggerus bantaran Kali Bekasi. Peristiwa yang terjadi pasca-Magrib tersebut menyebabkan akses jalan terputus dan memaksa pengelola menutup kawasan wisata demi keselamatan pengunjung.
Kepala Bidang Kepariwisataan Disparbud Kota Bekasi, Budiman, mengonfirmasi bahwa kerusakan mencapai panjang lebih dari 200 meter dengan kedalaman gerusan tanah hingga 10 meter ke arah daratan.
“Kita tutup dulu (wisatanya). Karena kita belum tahu akan datang air lagi, sementara ini belum ada penanganan. Kalau ada air kiriman dan pintu air dibuka, ini masih bisa sliding lagi,” ujar Budiman saat meninjau lokasi kejadian.
Dirinya menyebut masih mengecek Kerugian Materiil dari sejumlah fasilitas publik dan aset warga dilaporkan hilang terseret arus, di antaranya yaitu Jalan utama wisata yang terputus total hingga Saung-saung gazebo.
Budiman menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, mengingat kewenangan pengelolaan Kali Bekasi berada di bawah Kementerian PUPR.
“Hutan Bambu ini ikon Kota Bekasi. Kami akan hitung kerugiannya dan mengusulkan rekonstruksi agar bisa kembali dinikmati masyarakat,” pungkasnya.
Warga Sempat Panik dan Protes
Longsor di Wisata Hutan Bambu ini memicu kepanikan luar biasa bagi warga RW 026. Ketua RW setempat, Anam, mengungkapkan bahwa sejak ia menjabat dari tahun 1995, fenomena tanah ambles kali ini adalah yang paling parah.
Ketegangan sempat terjadi ketika warga mendatangi pihak bendungan untuk memprotes mekanisme pembukaan pintu air yang dianggap memicu longsor.
“Warga saya panik karena tanah mulai retak-retak dan turun tepat habis Magrib. Seumur-umur saya di sini sejak ’95, belum pernah terjadi seperti ini,” kata Anam dengan nada getir.
Meski pihak pengelola bendungan menyatakan telah beroperasi sesuai Standard Operating Procedure (SOP) untuk menyeimbangkan debit air, warga menilai perlu adanya sinkronisasi kondisi lapangan yang lebih akurat.
Dengan kejadian seperti ini, diharapkan pemerintah pusat maupun daerah bisa lebih memperhatikan kondisi ikon wisata yang menjadi tempat kumpul warga.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli