Berita Utama Bekasi Satu

Penjualan Mobil Listrik 2026: Polytron Ungguli Merek Jepang

05 March 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, JAKARTA – Pasar otomotif Indonesia dikejutkan oleh pergerakan agresif pendatang baru di segmen elektrifikasi. Berdasarkan rilis data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) awal tahun 2026, mobil listrik lokal besutan Polytron secara mengejutkan berhasil mengasapi penjualan sejumlah raksasa otomotif global asal Jepang hingga Eropa.

​Sepanjang bulan pertama 2026, Polytron mencatatkan distribusi wholesales (pabrik ke diler) sebanyak 82 unit. Angka ini langsung mengatrol posisi Polytron ke urutan 25 merek terlaris di Indonesia. Secara impresif, capaian tersebut sukses menggulung angka distribusi merek-merek mapan seperti Nissan, Subaru, Lexus, DFSK, hingga pabrikan benua biru seperti Volkswagen dan Audi.

​Sementara itu, pada segmen penjualan ritel (diler ke konsumen), Polytron mengamankan posisi ke-39 dengan melego 12 unit, menempatkannya di atas Volvo, Audi, dan Changan.

​Lonjakan distribusi Polytron di awal 2026 ini menjadi sinyal kuat bahwa konsumen domestik mulai rasional. Mereka tidak lagi hanya terpaku pada emblem merek, melainkan melihat value for money, spesifikasi teknis, dan jaminan produksi lokal dari sebuah kendaraan listrik.

​Senjata Utama: Rakitan Lokal dan Spesifikasi Buas

​Daya dobrak Polytron di bursa otomotif nasional tidak lepas dari strategi lokalisasi dan penyematan spesifikasi premium pada dua varian andalannya, yakni G3 dan G3+. Keduanya kini dirakit penuh di fasilitas PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, Jawa Barat. Bukti keseriusan ini terlihat dari volume produksi awal 2026 yang langsung menyentuh 154 unit.

​Di atas kertas, EV Polytron menawarkan dimensi bongsor yang sesuai dengan karakteristik konsumen Indonesia (Panjang 4.720 mm, Lebar 1.908 mm, Tinggi 1.696 mm, dan Wheelbase 2.800 mm). Dimensi ini menghasilkan ruang bagasi masif sebesar 1.141 liter yang sudah ditopang fitur Electronic Tail Gate with Kick Sensor.

​Dapur pacunya pun tak bisa dipandang sebelah mata. Ditenagai baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 51.916 kWh, mobil ini mampu memuntahkan tenaga 150 kW dengan torsi puncak 320 Nm. Kombinasi ini memungkinkan kendaraan melesat dari 0–100 km/jam hanya dalam waktu 9,6 detik, dengan daya jelajah mencapai 402 kilometer (standar CLTC) dalam sekali pengisian daya penuh.

​Fondasi Kuat Sejak 2025

​Tren positif di awal 2026 sejatinya merupakan buah dari penetrasi konsisten Polytron sepanjang tahun lalu. Sepanjang 2025, lini produksi di Purwakarta telah menelurkan 531 unit EV. Dari jumlah tersebut, sebanyak 455 unit telah didistribusikan secara wholesales, sementara 353 unit lainnya telah berhasil diserap langsung oleh konsumen ritel.

​Catatan impresif ini menjadi babak baru bagi industri otomotif nasional, membuktikan bahwa produk bernapas lokal dengan teknologi mumpuni siap menjadi penantang serius di era elektrifikasi.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: