BEKASISATU, KOTA BEKASI — Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pada Senin (01/06/26) menyisakan catatan tersendiri. Upacara kebangsaan yang seharusnya berlangsung khidmat tersebut justru tampak lengang dari kehadiran para pejabat.
Pemandangan paling mencolok adalah absennya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi beserta deretan pimpinan tertinggi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Padahal, instruksi kehadiran telah dikeluarkan secara resmi dan ditandatangani langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe.
Dalam surat undangan tersebut, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga jajaran direksi BUMD diwajibkan untuk ikut serta menghormati hari bersejarah ini.
Menyoroti fenomena “bangku kosong” di kalangan pejabat, Abdul Harris Bobihoe tak menampik kondisi tersebut. Ia menduga rentetan hari libur panjang menjadi salah satu faktor utama yang membuat tingkat kehadiran merosot tajam.
“Ini kan sudah terlalu lama libur, jadi akan kita evaluasi. Banyak juga yang meminta izin,” tegas Bobihoe saat memberikan keterangan pers usai memimpin apel di pelataran Kantor Pemkot Bekasi.
Ketika dikonfirmasi secara khusus mengenai ketidakhadiran Sekretaris Daerah, Bobihoe memberikan penjelasan bahwa petinggi birokrasi tersebut tengah mengurus urusan krusial yang jadwalnya berbenturan dengan waktu upacara.
“Sekretaris Daerah sudah izin karena ada kegiatan yang sangat penting dan tidak bisa ditinggalkan,” tambahnya.
Tekankan Pentingnya Nilai Pancasila
Saat memimpin Apel upacara, Abdul Harris Bobihoe menyampaikan, bahwa momen peringatan ini menjadi waktu yang tepat bagi seluruh elemen bangsa untuk melakukan refleksi, guna memastikan api semangat dan nilai-nilai luhur Pancasila tetap menyala serta hidup dalam sanubari setiap rakyat Indonesia.
Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Fondasi Perdamaian Dunia”, ia menegaskan, bahwa kedudukan Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara yang menjaga keutuhan bangsa, namun juga menjadi jawaban nyata untuk mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan ancaman perpecahan, Indonesia tetap berdiri kokoh. Kita telah membuktikan bahwa keragaman luar biasa lebih dari 17.000 pulau dan ratusan suku bangsa mampu disatukan dalam satu ikatan kebangsaan yang kuat,” ucap Abdul Harris.
Lebih jauh ia mengatakan, Pancasila menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, mulai dari pesatnya disrupsi teknologi hingga perubahan dinamika politik global.
Ia juga menekankan bahwa Indonesia bukan sekadar penonton dalam kancah internasional, melainkan aktor utama yang memberikan kontribusi nyata bagi dunia.
Dengan banyaknya pejabat yang tidak hadir saat apel hari kesaktian Pancasila, Pemkot Bekasi akan menjadikan momentum perbaikan kedisiplinan dan rasa nasionalisme bagi para pelayan publik serta pemangku kebijakan di Kota Bekasi.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli