BEKASISATU, KOTA BEKASI — Masyarakat Kota Bekasi diimbau untuk lebih memperketat pengawasan di area permukiman menyusul tingginya temuan satwa liar yang menyusup ke rumah warga. Memasuki pertengahan tahun 2026, ratusan ular dilaporkan telah dievakuasi dari area permukiman hingga fasilitas umum.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi hingga 21 Juli 2026, tercatat ada 1.779 pelaporan penyelamatan. Dari jumlah tersebut, intervensi terhadap gangguan hewan liar mendominasi dengan total 1.217 aduan.
Kepala Bidang Penyelamatan Disdamkarmat Kota Bekasi, Suhartono, membeberkan bahwa ular menjadi satwa yang paling sering meneror ketenangan warga, disusul oleh ancaman sarang tawon dan biawak.
“Secara rincian dari aduan evakuasi hewan, kami telah mengamankan 509 ekor ular, 284 sarang tawon, dan 176 ekor biawak. Seluruhnya sudah petugas lakukan proses evakuasi dan direkap berdasarkan pelaporan penyelamatan,” ungkap Suhartono dalam keterangannya, Rabu (22/07/26).
Fenomena masuknya hewan liar ke area permukiman ini disinyalir kuat berkaitan dengan faktor perubahan musim dan cuaca ekstrem. Memasuki musim kemarau, satwa reptil seperti ular dan biawak terdorong keluar dari habitat aslinya guna mencari tempat yang lebih lembap, teduh, serta mencari sumber makanan baru.
“Sebagian besar laporan memang berasal dari lingkungan permukiman warga. Terutama ular yang sering ditemukan masuk ke dalam rumah, bersembunyi di pekarangan, saluran air, maupun area fasilitas umum,” jelasnya.
Meski angka temuan terbilang ngeri, Suhartono menilai tingginya laporan ini merupakan indikator positif. Warga dinilai sudah memiliki kesadaran tinggi untuk tidak mengambil tindakan gegabah dengan menangkap satwa berbahaya secara mandiri.
Untuk menjamin keselamatan warga, Disdamkarmat memastikan kesiagaan personel selama 24 jam penuh. Tugas tim penyelamat dipastikan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, melainkan perlindungan komprehensif dari berbagai kondisi darurat.
“Jika menemukan ular, sarang tawon, atau hewan liar lainnya yang membahayakan, segera hubungi petugas. Jangan coba mengevakuasi sendiri karena berisiko menimbulkan cedera. Kami memiliki peralatan dan personel yang terlatih untuk melakukan evakuasi secara aman,” tegas Suhartono.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli