Berita Utama Bekasi Satu

Dukung Program MBG, Bekasi Kebut Sertifikasi Higienis Ratusan Dapur

04 February 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengakui infrastruktur penunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya masih perlu digenjot.

Hingga awal Februari 2026, Kota Bekasi baru memiliki 120 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), angka yang dinilai belum ideal untuk melayani kebutuhan nutrisi pelajar secara menyeluruh.

Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengungkapkan bahwa berdasarkan kalkulasi kebutuhan wilayah, Kota Bekasi idealnya memiliki setidaknya 200 titik dapur layanan gizi. Namun, saat ini baru tersedia 120 titik. Dari jumlah tersebut, baru 82 SPPG yang dinyatakan lolos uji kelayakan dan mengantongi Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS).

Meski demikian, Satia mencatat adanya tren positif dalam kepatuhan standar kesehatan. Angka kepemilikan sertifikat ini naik signifikan dibandingkan posisi Desember 2025, di mana saat itu hanya 52 dari 113 SPPG yang memenuhi syarat.

“Tahun ini jumlah SPPG tercatat 120 titik. Namun, sisanya (38 unit) masih berproses dan mengantre izin keluar. Ini semua dalam rangka memastikan mereka memenuhi standar SLHS yang ketat,” ujar Satia dalam keterangannya, Senin (02/02/26).

Satia menekankan bahwa lambatnya proses sertifikasi pada sisa unit tersebut umumnya terkendala pada aspek teknis vital, yakni pengelolaan limbah. Pihaknya mewajibkan setiap dapur umum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang mumpuni serta lolos uji laboratorium untuk mencegah kontaminasi lingkungan dan makanan.

“Yang turut kita mintakan kepada para SPPG yang belum memiliki SLHS agar segera dilakukan perbaikan (pada saluran pembuangan),” tegasnya.

Untuk mempercepat pemenuhan target ideal 200 titik dapur yang higienis, Dinkes Kota Bekasi kini membuka keran pelatihan secara masif. Pelatihan penjamah makanan (food handler) sebagai syarat mutlak penerbitan sertifikat, kini dipermudah melalui metode daring yang diselenggarakan pemerintah pusat maupun pelatihan rutin mingguan di daerah.

“Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Asosiasi Kesehatan Lingkungan mengadakan pelatihan setiap hari Sabtu. Jadi untuk mengejar supaya makin banyak yang bisa mengikuti,” pungkas Satia.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: