Berita Utama Bekasi Satu

Kata Wali Kota Bekasi Usai Diancam Golok Oleh Warganya

09 February 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Sebilah golok yang diacungkan ke arahnya tak membuat nyali Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, ciut. Insiden menegangkan saat penertiban lapak pedagang di Teluk Pucung, Bekasi Utara, Minggu (08/02/26), justru dianggapnya sebagai “alarm” keras bahwa ketidaktertiban di kota ini sudah terlalu lama dimaklumi.

Alih-alih mundur, Tri menegaskan bahwa ancaman fisik tidak akan menghentikan langkah pemerintah daerah dalam menegakkan aturan tata ruang dan kebersihan kota. Baginya, senjata tajam hanyalah riak kecil dibanding bahaya laten “pembiaran” yang menggerogoti wibawa negara.

“Saya tidak khawatir pada goloknya. Yang saya khawatirkan kalau pelanggaran terus dibiarkan, lama-lama dianggap biasa. Dari situ muncul pembiaran, dan akhirnya orang merasa dirinya paling benar,” tegas Tri Adhianto usai insiden tersebut.

Tri menilai, reaksi keras hingga ancaman pembacokan yang dilakukan oknum pedagang merupakan buah dari ketidaktegasan aparat di masa lalu. Pelanggaran yang didiamkan bertahun-tahun, menurutnya, telah berubah menjadi “hak” di mata pelanggar, sehingga penegakan hukum kini terasa seperti kedzaliman bagi mereka.

“Saya rasa ekspresi kemarahan warga ini dampak dari pembiaran pelanggaran yang terlalu lama tidak ditindaklanjuti,” ujarnya.

Peristiwa bermula saat petugas gabungan Satpol PP dan aparatur wilayah melakukan pembersihan (korve) terhadap reklame ilegal dan pedagang kaki lima (PKL) yang memakan badan jalan. Situasi memanas ketika seorang pedagang menolak lapaknya dibongkar.

Emosi tak terkendali, pedagang tersebut nekat mengambil senjata tajam dan menghampiri Tri Adhianto yang sedang memimpin operasi di lapangan.

Meski sempat terjadi kegaduhan, Tri memastikan bahwa pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas, namun tidak dengan mengorbankan ketegasan.

“Kita sudah imbau dan petugas melakukan dengan persuasif. Tapi negara tidak boleh terus-menerus kalah oleh pelanggaran yang dibiarkan,” ucap Tri.

Ia menambahkan, turunnya ia langsung ke lapangan adalah bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan instruksi Presiden terkait penataan kota dan kebersihan lingkungan benar-benar dieksekusi, bukan sekadar wacana di atas kertas.

“Hari ini pemerintah mulai menertibkan secara konsisten, meski risikonya tidak kecil,” pungkasnya.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: