BEKASISATU, KOTA BEKASI – Pasca-tragedi kebakaran maut Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pihak pengelola yakni PT Indogas Andalan Kita justru belum menunjukkan itikad baik. Di tengah penderitaan warga dan kerugian materiil yang luar biasa besar, manajemen perusahaan tersebut terkesan lepas tangan dan bungkam.
Sikap tertutup dari pihak pengelola ini sangat disayangkan oleh pemerintah setempat. Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, mengaku pihaknya mengalami jalan buntu saat mencoba berkomunikasi.
”Kami kesulitan berkomunikasi dan menemui pihak pengelola SPBE yaitu PT Indogas Andalan Kita. Tapi kami terus berupaya untuk berkomunikasi dengan pihak pengelola, berbagai upaya terus kami lakukan,” tegas Maka saat memberikan keterangan, Rabu (08/04/26).
Kerugian Miliaran dan Bayang-bayang Trauma
Maka membeberkan, insiden mengerikan ini telah meluluhlantakkan ekonomi warga sekitar. Berdasarkan hasil pendataan resmi dari pihak kecamatan, total kerugian materiil akibat kebakaran SPBE tersebut ditaksir menyentuh angka Rp7 miliar.
Kerugian fantastis itu mencakup kerusakan infrastruktur yang masif, di mana tercatat ada 22 bangunan rumah dan 23 kios milik warga yang hancur lebur diamuk si jago merah.
Tidak hanya kerugian harta benda, tragedi ini juga merenggut nyawa. “Sampai hari ini jumlah korban mencapai 22 orang. Meninggal tiga orang, identitasnya dua sekuriti dan satu warga Kota Bekasi,” rinci Maka.
Di sisi lain, pemulihan fisik bangunan rupanya tak sebanding dengan pemulihan mental para penyintas. Dampak psikologis masih membekas kuat, memicu ketakutan mendalam khususnya bagi anak-anak dan ibu rumah tangga.
Hingga saat ini, pemerintah terus memberikan pendampingan psikologis atau trauma healing. Trauma warga ini bukan tanpa alasan, lantaran di lokasi kejadian dikabarkan masih terdapat tabung-tabung yang disinyalir masih menyimpan gas, meninggalkan ancaman bahaya yang belum sepenuhnya sirna.
Ironisnya, di tengah kebungkaman PT Indogas Andalan Kita, uluran tangan justru datang dari pihak Pertamina yang hingga bulan ini terus rutin mendistribusikan bantuan makanan siap saji guna meringankan beban para korban terdampak di pengungsian.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli