Berita Utama Bekasi Satu

Korban Tewas SPBE Cimuning Jadi 3, Satu Keluarga Terkepung Api

08 April 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Insiden maut kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, kembali membawa kabar duka. Korban jiwa kini bertambah menjadi tiga orang setelah satu warga bernama Sapta Prihantono menghembuskan napas terakhirnya dan dimakamkan pada Rabu (08/04/26) pagi.

Kematian Sapta membuka tabir kisah memilukan dari satu keluarga yang bermukim di RT 001/RW 003, Kelurahan Cimuning. Posisi rumah kontrakan keluarga ini sangat nahas, lantaran berada persis di depan gerbang fasilitas SPBE tersebut.

Saat si jago merah tiba-tiba mengamuk, keluarga yang beranggotakan tujuh orang ini tak sempat melarikan diri karena api membesar dengan sangat cepat dan memblokir akses evakuasi mereka.

Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, membenarkan tragisnya nasib keluarga tersebut. Ia menjelaskan bahwa para korban benar-benar terkepung oleh kobaran api sesaat setelah ledakan terjadi.

“Jadi satu keluarga terdapat tujuh orang. Dua selamat, yaitu istrinya bernama Isni Wagiandri dan anaknya Yusuf Indra selamat karena sedang di luar untuk berobat,” ungkap Maka saat dikonfirmasi, Rabu (08/04/26).

Sementara itu, sang suami yang bernama Kusosi beserta empat anaknya yang lain menderita luka bakar serius akibat terjebak di dalam kontrakan. Nasib malang tak dapat ditolak, salah satu anak yang turut menjadi korban, Sapta Prihantono, akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis.

“Nah, suaminya atas nama Kusosi dan empat anak lainnya terluka. Satu meninggal dunia atas nama Sapta Prihantono, baru dimakamkan tadi pagi,” tambah Maka.

Sorotan Tata Ruang Permukiman

Sebagai informasi, petaka di fasilitas pengisian gas yang dikelola oleh PT Indogas Andalan ini diduga kuat bermula dari kebocoran gas saat proses pengisian tabung utama.

Tragedi ini sekaligus menampar wajah tata ruang kota. Secara riwayat, fasilitas industri SPBE tersebut memang sudah berdiri dan beroperasi jauh sebelum area di sekelilingnya berubah wujud. Kini, area yang seharusnya menjadi zona penyangga penyebaran risiko industri justru telah diserbu oleh masifnya pembangunan perumahan warga, menempatkan masyarakat pada ancaman bom waktu bencana yang nyata.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: