Berita Utama Bekasi Satu

Literasi Budaya Bareng Mahasiswa, Kombas Paparkan Persoalan Batik Bekasi

16 March 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI — Potensi besar Batik Bekasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan nyatanya masih terbentur masalah literasi budaya. Komunitas Batik Bekasi (KOMBAS) mencatat, separuh dari masyarakat di wilayah tersebut belum mengenal corak kain khas daerahnya sendiri.

​Keresahan itu diungkapkan oleh Ketua KOMBAS, Barito, dalam diskusi kebudayaan yang diinisiasi bersama Komite Persiapan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Bekasi di Gedung KNPI Kota Bekasi, Sabtu (14/3/2026).

​”Kalau secara umum, masyarakat yang sudah mengetahui batik Bekasi baru sekitar 50 persen, khususnya di kalangan anak muda,” ungkap Barito saat memaparkan materinya.

​Minimnya tingkat pengetahuan masyarakat ini dinilai menjadi batu sandungan utama dalam memacu pertumbuhan industri kreatif lokal. Karena itu, Barito mendorong adanya langkah edukasi yang lebih agresif dengan menyasar langsung kalangan Gen Z dan milenial.

​Dunia pendidikan, menurutnya, adalah gerbang paling efektif untuk menanamkan literasi budaya sejak dini.

​”Dulu kami cukup sering melakukan sosialisasi batik di sekolah-sekolah. Kegiatan seperti itu perlu dihidupkan kembali agar generasi muda mengenal batik Bekasi,” tegasnya.

​Di luar ranah pendidikan formal, KOMBAS sendiri terus memutar otak untuk memperluas jangkauan promosi. Langkah nyata yang telah dilakukan meliputi keikutsertaan dalam ajang fashion show level nasional, penyelenggaraan workshop membatik, hingga pembukaan sentra pelatihan di tengah lingkungan warga.

​Diskusi yang mengusung tema “Batik Bekasi sebagai Pilar Ekonomi Kreatif dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan” ini turut menghadirkan Ketua Eksekutif Wilayah LMND DKJ, Alfonsus Mario Ravi. Forum yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB tersebut menjadi wadah strategis bagi mahasiswa, pegiat budaya, dan masyarakat untuk membedah tantangan sekaligus peluang bisnis karya seni lokal.

​Melalui dialog lintas sektor ini, para peserta berharap pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan dapat merumuskan rekomendasi konkret. Tujuannya satu: menaikkan pamor Batik Bekasi agar tidak hanya sekadar menjadi warisan yang tersimpan di lemari, tetapi benar-benar hidup sebagai urat nadi ekonomi kerakyatan.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: