Berita Utama Bekasi Satu

Macet Parah, Dishub Kota Bekasi Relokasi Halte Transjakarta Jatiasih

25 February 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Tingginya antusiasme warga Kota Bekasi terhadap layanan transportasi massal Transjakarta rute B41 membuat Dinas Perhubungan (Dishub) setempat mengambil langkah cepat. Titik pemberhentian yang saat ini berada di kawasan Komsen, Jatiasih, dinilai sudah tidak memadai dan segera direlokasi ke lokasi yang lebih representatif.

Rencananya, area naik-turun penumpang tersebut akan digeser sejauh 900 meter dari titik awal, tepatnya di depan area taman Jatiasih sebelum pintu masuk Tol Jakarta-Cikampek. Menariknya, pembangunan infrastruktur ini diupayakan tidak sepenuhnya membebani APBD Kota Bekasi, melainkan dengan menggandeng pihak swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR).

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bekasi, Soenaryo Utomo, menegaskan bahwa penataan di Jatiasih kini menjadi salah satu prioritas pemerintah.

“Terkait dengan titik antrean yang ada sekarang, itu dari sisi lokasi kelihatannya kurang memenuhi syarat. Dari sisi anggaran masih dalam perencanaan untuk pembangunan haltenya,” ujar Soenaryo.

Rencana pemindahan lokasi ini merupakan respons atas tingginya volume calon penumpang sejak bus stop tersebut diresmikan pada Mei 2025. Ketiadaan bangunan halte membuat antrean komuter kerap meluber hingga ke pinggir jalan raya. Kondisi ini tidak hanya membuat penumpang kepanasan dan kehujanan, tetapi juga memicu kondisi lalu lintas yang krodit pada jam sibuk pagi hari.

Kondisi semrawut tersebut dibenarkan oleh Ketua RW 10 Kelurahan Jatiasih, Wisnu Dwi Atmojo. Pihaknya bahkan telah mengusulkan pemindahan lokasi agar arus lalu lintas di wilayahnya bisa lebih lengang.

“Ini diperlukan untuk mengatasi kemacetan dan memfasilitasi penumpang, dengan menyediakan fasilitasi yang layak bagi penumpang,” kata Wisnu.

Ia menambahkan, pengurus lingkungan siap membantu dan berkoordinasi dengan Dishub serta Jasa Marga demi kelancaran rencana tersebut.

Di sisi lain, kebutuhan akan halte permanen yang nyaman sangat mendesak bagi para pekerja pelaju. Diana (30), salah seorang pengguna setia bus rute Komsen – Kebayoran Baru, mengaku terpaksa berteduh seadanya jika cuaca memburuk.

“Pengennya ada halte supaya ada tempat duduk, biar lebih nyaman. Kalau hujan paling kita cari tempat yang bisa buat neduh aja,” keluh Diana saat ditemui di lokasi tunggu.

Melalui rencana relokasi dan kolaborasi CSR ini, ke depan diharapkan para pengguna layanan Transjakarta di perbatasan Bekasi-Jakarta dapat menikmati fasilitas yang lebih manusiawi tanpa harus menambah simpul kemacetan baru di kawasan Komsen.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: