BEKASISATU, KOTA BEKASI – Agenda peninjauan perbaikan infrastruktur di Jalan Nonon Sonthanie, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur diwarnai teguran tegas dari Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Saat meninjau lokasi pada Selasa (03/02/26).
Tri Adhianto tidak hanya mengecek kesiapan perbaikan aspal yang rusak, tetapi juga keberadaan bangunan liar (bangli) di jalan Nonon Sonthanie yang memperparah kondisi saluran air di lokasi tersebut.
Di sela-sela peninjauan, dirinya langsung memberikan instruksi keras kepada Lurah Duren Jaya, Yahya Rachmansah Lubis dan meminta aparatur wilayah bertindak tegas terhadap bangunan yang menduduki bantaran kali dan menghambat aliran air, merujuk pada instruksi pemerintah pusat.
“Sesuai arahan Pak Presiden Prabowo Subianto, sudah tidak boleh ada bangunan lagi yang menghalangi aliran air dan sebagainya,” tegas Tri Adhianto di lokasi.
Keberadaan bangli tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu genangan air yang tak kunjung surut saat hujan, yang pada akhirnya mempercepat kerusakan struktur jalan yang baru saja akan diperbaiki.
Kejar Tayang dengan “Fast Track”
Terkait perbaikan jalan itu sendiri, Tri menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi menerapkan metode beton fast track. Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan kemacetan parah di jam sibuk akibat kerusakan jalan tersebut. Metode ini memungkinkan jalan segera dilalui kendaraan tanpa menunggu waktu kering beton konvensional yang lama.
“Biasanya mutu beton bisa sampai 20 hari, tapi kali ini kita upayakan mudah-mudahan dalam waktu 4 sampai 5 hari sudah selesai,” ujar pria yang akrab disapa Mas Tri ini.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada warga Bekasi atas gangguan lalu lintas yang timbul selama proyek berlangsung. Menurutnya, pengerjaan baru bisa dikebut saat ini karena proses lelang baru rampung dan cuaca sedang mendukung.
“Satu lajur kita selesaikan dulu, lalu lajur berikutnya sekitar 4–5 hari lagi. Ini tentu membutuhkan kesabaran masyarakat. Kami imbau warga bisa memanfaatkan jalur alternatif,” tambahnya.
Bukan Sekadar Tambal Sulam
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar tambal sulam. Kerusakan di Jalan Nonon Sonthanie dinilai sudah struktural akibat beban tonase berat dan sistem drainase yang buruk.
“Struktur jalan ini memang sudah cukup lama. Ditambah lagi, saat hujan terjadi genangan yang mempercepat kerusakan lapisan jalan,” jelas Idi.
Idi memastikan penggunaan beton mutu tinggi dalam perbaikan ini diharapkan mampu menjawab tantangan beban lalu lintas di Bekasi Timur yang kian padat.“Target kami, setelah selesai, jalan ini bisa lebih awet dan aman dilalui,” pungkasnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli