BEKASISATU, KOTA BEKASI – Insiden nahas menimpa sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) di area minimarket Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Sebuah mobil distribusi MBG bernopol B 9007 TXZ menabrak lapak pedagang pada Selasa (12/05/26) siang, yang berujung pada meninggalnya satu orang korban.
Meski kecelakaan ini telah memakan korban jiwa, Satlantas Polres Metro Bekasi Kota belum menetapkan tersangka. Pengemudi mobil berinisial WS saat ini telah diamankan dan masih berstatus sebagai saksi.
Kepala Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia, menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak bertindak gegabah dan masih melakukan pendalaman.
“Dikarenakan pihak kepolisian masih melakukan proses penyelidikan dan perkembangan kejadian kecelakaan lalu lintas,” ungkap Gefri melalui keterangan resminya, Rabu (13/05/26).
Hindari Pemotor, Banting Setir ke Lapak PKL
Gefri membeberkan, kecelakaan bermula saat WS mengemudikan mobil Daihatsu Grandmax tersebut dari arah Jalan Nusantara (Selatan) menuju Tambun (Utara). Berdasarkan keterangan yang dihimpun, petaka dipicu oleh kendaraan roda dua yang tiba-tiba memotong laju mobil.
“Setibanya di lokasi kejadian, WS kaget karena melihat ada pengendara sepeda motor melintas di depan mobil, sehingga membanting setir ke kiri,” jelasnya.
Manuver mendadak itu membuat laju mobil tak terkendali hingga menghantam gerobak milik S, seorang pedagang tahu krispi, dan NS yang merupakan pedagang ayam.
Kerasnya benturan mengakibatkan empat orang mengalami luka-luka. “Kurang lebih ada empat orang korban. Dua dari pedagang, dan satu dari kenek mobil distribusi MBG yakni inisial PD,” sambung Gefri.
Kabar duka menyusul tak lama berselang. Korban S, sang pedagang tahu krispi, menghembuskan napas terakhirnya setelah sempat dievakuasi dan menjalani perawatan intensif di RS Siloam Bekasi Timur.
Periksa CCTV hingga Pengelola Dapur SPPG
Guna mengusut tuntas tragedi ini, penyidik telah memintai keterangan dari tiga orang saksi mata yang terdiri dari seorang juru parkir dan dua pedagang di sekitar lokasi kejadian.
“Sementara ini saksi masih belum ada penambahan. Dan sudah ada tambahan rekaman CCTV dari masing-masing titik kejadian,” terang Gefri.
Lebih lanjut, Satlantas Polres Metro Bekasi Kota juga membidik pihak manajemen. Polisi merencanakan pemanggilan terhadap pengelola dapur SPPG untuk dimintai pertanggungjawaban, termasuk memeriksa rekam jejak kelayakan jalan (uji KIR) kendaraan distribusi tersebut.
Terkait kapan pemanggilan pengelola dilakukan, Gefri memastikan proses tersebut sedang berjalan. “Iya, kita lagi dalami juga. Semua akan dipanggil untuk menemui titik terang,” pungkasnya.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli