Berita Utama Info Bekasi

Air Keras: Zat Korosif Berbahaya, Ini Cara Pertolongan Pertama Musti Dilakukan

31 March 2026 Administrator Desa

Infobekasi.co.id – Penyiraman air keras kerap muncul dalam berbagai kasus kriminal, beberapa waktu lalu di Jakarta, menimpa aktivis KontraS. Dan kini terjadi di Tambun, Bekasi, korbannya seorang pria lanisa saat hendak salat subuh ke mesjid, pada Senin (30/3).

Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami apa sebenarnya air keras, serta bagaimana cara penanganan pertama jika seseorang terkena zat berbahaya tersebut.

Secara umum, air keras merupakan cairan kimia bersifat korosif, biasanya berupa asam kuat atau basa kuat, yang dapat merusak jaringan tubuh dengan cepat. Beberapa contoh zat tergolong air keras di antaranya asam sulfat, asam klorida, hingga campuran asam kuat seperti aqua regia.

Zat ini sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan luka bakar kimia dalam waktu singkat. Berbeda dengan luka bakar akibat panas, luka akibat air keras dapat terus merusak jaringan selama zat tersebut masih menempel pada kulit. Dampaknya tidak hanya luka ringan, tetapi juga bisa menyebabkan kerusakan permanen pada kulit, jaringan dalam, bahkan kebutaan jika mengenai mata.

Para ahli kesehatan memaparkan, penanganan pertama menjadi kunci untuk meminimalkan dampak cedera akibat air keras. Langkah paling utama harus segera dilakukan adalah membilas area terkena dengan air bersih mengalir selama minimal 15 hingga 30 menit. Pembilasan ini bertujuan untuk mengurangi konsentrasi zat kimia dan menghentikan proses kerusakan jaringan.

Selain itu, korban juga disarankan untuk segera melepaskan pakaian, perhiasan, atau benda lain yang terkontaminasi cairan tersebut. Hal ini penting karena bahan-bahan tersebut dapat menyimpan zat kimia dan memperparah luka.

Masyarakat juga disarankan agar tidak melakukan kesalahan umum saat memberikan pertolongan pertama. Menggosok area luka, mengoleskan krim, minyak, atau mencoba menetralkan zat kimia dengan bahan lain justru dapat memperburuk kondisi korban.

Setelah penanganan awal dilakukan, korban harus segera mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan lanjutan oleh tenaga medis diperlukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Khusus jika air keras mengenai mata, kondisi ini tergolong darurat medis. Korban harus segera membilas mata dengan air mengalir tanpa henti dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mencegah risiko kebutaan.

Dengan pemahaman yang tepat mengenai bahaya air keras dan langkah penanganan pertama, diharapkan masyarakat dapat lebih sigap dalam menghadapi situasi darurat serta meminimalkan dampak cedera yang ditimbulkan.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Info Bekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: