Salah satu proyek percontohan yang pamer gigi adalah Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi.
Bekasi — Wajah sentra-sentra di bawah Kementerian Sosial (Kemensos) kini tengah bersolek. Tak lagi sekadar menjadi tempat penampungan pasif bagi masyarakat rentan, institusi-institusi ini didorong menjadi motor penggerak ekonomi warga.
Salah satu proyek percontohan yang pamer gigi adalah Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi.
Pekan ini, STPL Bekasi sukses menggelar panen raya buah melon hasil budi daya greenhouse. Tidak tanggung-tanggung, ada sekitar 400 tanaman melon yang berhasil dipetik buahnya oleh para penerima manfaat.
Halaman sentra yang dulu steril kini berubah hijau dan rimbun. Selain melon, kawasan ini juga disulap menjadi area perkebunan yang menampung 85 pohon alpukat, 14 pohon kelengkeng, 12 pohon anggur, 8 pohon mangga, 15 pohon pisang, 19 pohon terong, hingga deretan pohon jambu dan jeruk.
Aktivitas produktif ini ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Supomo pada Sabtu (13/6/2026).
Agus Jabo menegaskan, program agrobisnis di STPL Bekasi merupakan pengejawantahan dari visi baru kementerian: “bansos sementara, berdaya selamanya.” Cetak biru ini sengaja dirancang agar fungsi sentra melompat lebih jauh dari sekadar penyedia Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi).
“Ini sebagai pelaksanaan perintah Bapak Menteri Sosial bahwa sentra-sentra harus dimakmurkan,” kata Agus Jabo di sela-sela kegiatannya memanen melon di Bekasi.
Selama ini, sentra Kemensos identik dengan tempat pelayanan bagi lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok masyarakat yang didera masalah sosial akut. Lewat paradigma baru, layanan pemulihan tersebut kini dikawinkan dengan program pemberdayaan berbasis potensi lokal.
“Kalau potensinya pertanian, ya kita tanam buah. Kalau peternakan, kita ternak ayam. Misalkan kalau ikan, ya perikanan,” jelas Agus Jabo. Di sentra-sentra lain, jenis pelatihannya bisa bervariasi mulai dari urusan tanah hingga kerajinan tangan seperti membatik.
Tujuan akhir dari intervensi ini adalah kemandirian ekonomi. Kemensos tak ingin para penerima manfaat gagap saat masa rehabilitasi mereka usai dan harus kembali membaur ke masyarakat luas.
Pelatihan vokasi inilah yang diharapkan menjadi modal hidup mereka agar tidak lagi bergantung pada jaring pengaman sosial pemerintah.
“Supaya setelah mereka selesai rehabilitasi dan berada di tengah masyarakat, kita sudah memberikan bekal. Terutama bekal ilmu vokasi supaya mereka bisa mandiri,” cetusnya.
Ekosistem produktif yang dibangun di STPL Bekasi ini ditargetkan tidak hanya bergulir di dalam pagar sentra.
Ke depan, Kemensos berencana menularkan ilmu pertanian modern ini kepada warga yang tinggal di sekitar lingkungan sentra melalui skema training of trainers (TOT). Warga sekitar yang berminat akan dilatih menjadi instruktur agar efek domino ekonomi bisa meluas.
Agus Jabo optimistis langkah penguatan ini dapat mentransformasikan aset-aset Kemensos menjadi pusat kegiatan produktif yang bernilai sosial sekaligus bernilai ekonomi tinggi.
“Jadi dampaknya nanti luas dan di sentra akan padat kegiatan. Saya harapkan sentra-sentra yang lain mengikuti program yang sudah dilaksanakan di STPL ataupun di tempat-tempat yang sudah memulai,” pungkasnya.
Ikuti Kami di GOOGLE NEWS
Simak berita seputar Bekasi di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Gobekasi.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VarakafA2pLDBBYbP32t. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
Bekasi — Genderang perang jalanan yang nyaris ditabuh sekelompok remaja di wilayah Desa Waluya, Kecamatan…
Bekasi — Korps Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya menggagalkan potensi pertumpahan darah di jalanan…
Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo melalui platform…
Bekasi – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan bahwa ijazah perguruan tinggi tidak lagi…
Bekasi — Pelarian komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) yang biasa mengobrak-abrik wilayah Kabupaten Bekasi berakhir…
Bekasi — Air susu dibalas air tuba. Peribahasa ini tepat menggambarkan kelakuan ASW alias AS…
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari GoBekasi. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli