BEKASISATU, KOTA BEKASI — Fenomena perceraian di usia lanjut atau yang kerap disebut grey divorce kini menjadi perhatian khusus. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, mengajak para lanjut usia (lansia) untuk kembali memperkuat fondasi pernikahan dan menjaga komunikasi dengan pasangan.
Pesan hangat ini disampaikan Wiwiek saat didapuk menjadi narasumber dalam kegiatan Sekolah Lansia Kelas Gabungan yang digelar di Pendopo Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS), Selasa (5/5/2026).
Acara yang mempertemukan lansia dari Kecamatan Pondok Gede, Pondok Melati, dan Jatisampurna ini mengusung tema inspiratif, “Belajar Tak Kenal Usia, Berkarya Tak Kenal Batas”.
Di hadapan para peserta, Wiwiek mengingatkan bahwa masa tua seharusnya menjadi fase keemasan untuk saling mengerti, bukan justru memunculkan kerenggangan.
“Memasuki usia senja, pasangan suami istri harus semakin saling memahami dan memperkuat komunikasi. Masa tua seharusnya menjadi waktu untuk menikmati kebersamaan, bukan justru menghadapi jarak dalam hubungan,” tegas Wiwiek.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa semangat untuk terus belajar tidak boleh surut meski usia terus bertambah. Menjaga kualitas hubungan dalam keluarga, menurutnya, adalah kunci agar lansia tetap merasa bahagia dan berguna bagi lingkungan.
“Belajar tidak mengenal usia. Lansia harus terus bertumbuh, baik secara pengetahuan maupun dalam menjaga hubungan keluarga agar tetap menjadi teladan bagi generasi penerus,” tambahnya.
Pentingnya Kesiapan Mental di Usia Senja
Senada dengan Wiwiek, Psikolog Senior Dra. Tika Bisono, M.PsiT., yang turut hadir sebagai narasumber, menyoroti aspek psikologis kehidupan rumah tangga di usia lanjut.
Menurut Tika, menjaga keharmonisan tidak hanya soal komunikasi, tetapi juga kesiapan emosional. Ia memaparkan betapa pentingnya pasangan lansia untuk beradaptasi dengan perubahan peran di rumah tangga setelah memasuki masa pensiun atau ketika anak-anak sudah mandiri.
Melalui program Sekolah Lansia ini, Pemerintah Kota Bekasi berharap para peserta tidak hanya mendapatkan edukasi kesehatan fisik, tetapi juga wawasan psikologis untuk merawat kesehatan mental bersama pasangan. Dengan begitu, masa tua dapat dijalani dengan produktif, bahagia, dan jauh dari ancaman grey divorce.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli