BEKASISATU, KOTA BEKASI — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus mengebut realisasi proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Tak sekadar menjadi fasilitas pemusnah sampah, proyek bernilai prestisius ini diproyeksikan tampil beda dengan desain bangunan mewah layaknya pusat perbelanjaan, sekaligus menjadi destinasi wisata baru di Kota Patriot.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa saat ini proses administrasi telah memasuki tahap akhir setelah penetapan pemenang tender. Pemkot Bekasi, Danantara, dan Wangneng Environment Co., Ltd. selaku mitra operator tengah mematangkan draf perjanjian kerja sama (PKS) tripartit.
“Proses ini (perjanjian tripartit) sudah selesai minggu lalu dan mudah-mudahan bisa segera ditandatangani. Setelah itu, pada bulan April ini kita akan mulai melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk memulai pembangunan,” tegas Tri Adhianto.
Lebih lanjut, Tri memaparkan bahwa proyek PSEL ini sangat memperhatikan aspek lingkungan berkelanjutan. Dari total 6,1 hektar lahan yang telah dibebaskan, sekitar 5 hektar akan digunakan untuk fasilitas utama, sementara sisa 1,1 hektar akan disulap menjadi kawasan hutan dan destinasi wisata hijau.
Daya tarik utama PSEL ini nantinya ada pada arsitektur bangunan yang jauh dari kesan pabrik kumuh.
“Nantinya gedung tersebut akan luar biasa karena tatanannya tidak terlihat seperti pabrik, melainkan seperti mal. Jika dibandingkan dengan hotel, saya kira fasad kita masih lebih bagus. Mudah-mudahan ini akan menjadi salah satu destinasi wisata baru,” ujarnya seusai Apel Pagi (16/03/26)
Berdayakan Warga Lokal untuk Olah Residu
Selain fokus pada energi dan pariwisata, keberadaan PSEL juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi warga sekitar. Rencananya, pada tahun depan Pemkot Bekasi akan kembali membebaskan lahan seluas 2 hektar di sekitar lokasi. Lahan tersebut akan didedikasikan sebagai pabrik pengolahan residu hasil pembakaran PSEL.
“Nanti warga sekitar akan kita libatkan. Hasil residu ini bisa diolah menjadi batako, semen, pasir, paving block, hingga biji besi. Ini akan berdampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja,” tambah Tri.
Sebagai informasi, dalam evaluasi Danantara tahap pertama, Kota Bekasi merupakan satu-satunya wilayah target PSEL yang berdiri sendiri tanpa sistem aglomerasi daerah lain, berbeda dengan Bali, Yogyakarta, dan Bogor.
Dan rencananya Kota Bekasi menjadi proyek PSEL pertama di Indonesia yang selesai dibangun. Yang nantinya dapat diresmikan langsung oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli