Berita Utama Bekasi Satu

Hemat BBM, Pemkot Bekasi Bakal Wajibkan WFH ASN Setiap Rabu

27 March 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mengambil langkah berani untuk menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Mulai awal April mendatang, skema bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) akan resmi diberlakukan bagi aparatur sipil di lingkungan pemerintah daerah setempat.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan strategi nyata untuk mendukung penghematan energi nasional.

Berdasarkan hasil rapat evaluasi, hari Rabu dipilih sebagai hari wajib WFH dengan target pengurangan mobilitas pegawai hingga 50 persen.

“Sementara kita akan mulai minggu depan, setiap Rabu kita tetapkan sebagai WFH. Jadi kita akan coba menurunkan (kehadiran fisik) hingga 50 persen,” ujar Tri usai memimpin rapat evaluasi di Bekasi Selatan, Kamis (26/03/26).

Fokus pada Sektor Administrasi

Meski demikian, Tri menekankan bahwa kebijakan ini tidak berlaku seragam untuk seluruh dinas. Sektor pelayanan publik yang membutuhkan kehadiran fisik tetap beroperasi normal guna menjamin kenyamanan masyarakat.

“Kalau untuk rumah sakit, pengatur lalu lintas, Satpol PP, hingga Dinas Kebersihan tentu tidak bisa (WFH), karena sampah tetap harus diangkut setiap hari,” jelasnya.

Untuk mendukung kelancaran kerja dari rumah, Tri mendorong percepatan digitalisasi sistem surat-menyurat dan pelayanan publik. Ia optimistis kinerja aparatur tidak akan melorot meski tidak bertatap muka di kantor.

Efisiensi Ekstrim: ‘Gusur’ Ruang Kabid

Menariknya, langkah penghematan Pemkot Bekasi tidak berhenti pada mobilitas pegawai saja. Tri juga menyiapkan skema “putar badan” dalam penggunaan fasilitas kantor. Ia berencana menyatukan ruang kerja para Kepala Bidang (Kabid) dengan Kepala Dinas guna menekan biaya operasional harian.

“Contohnya ruangan kepala bidang, nanti harus berkumpul jadi satu dengan Kepala Dinasnya. Tidak di ruangan masing-masing lagi. Ini untuk mengurangi penggunaan AC, lampu, dan sarana lainnya,” tambah Tri.

Sejauh ini, kondisi ketersediaan BBM di Kota Bekasi terpantau masih stabil tanpa ada keluhan dari masyarakat. Namun, langkah preventif ini diambil sebagai bentuk adaptasi terhadap situasi ekonomi global dan instruksi pemerintah pusat terkait penghematan konsumsi energi fosil.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: