Berita Utama Bekasi Satu

Rel Ampera Kota Bekasi Kini Dipasangi Palang Pintu Hingga Dijaga Petugas

30 April 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, KOTA BEKASI – Ancaman maut di pelintasan kereta api sebidang tanpa palang pintu di wilayah Bekasi Timur perlahan mulai diurai. Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) kini memperketat pengamanan di pelintasan Jalan Ampera dan Bulak Kapal.

Berdasarkan pantauan lapangan, area pelintasan di Jalan Ampera kini telah diperbaiki dengan pengaspalan mulus dan dipasangi palang pintu manual di kedua sisinya. Langkah taktis ini diambil guna meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas, sembari menunggu realisasi pembangunan flyover Bekasi Timur.

Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menegaskan bahwa penataan pelintasan tidak resmi ini membutuhkan penanganan yang sangat terukur. Tingginya volume kendaraan di titik tersebut berbanding lurus dengan tingginya risiko hilangnya nyawa masyarakat.

Untuk memastikan keamanan, Dishub kini telah menyiagakan personel jaga secara penuh selama 17 jam.

“Masing-masing pelintasan, baik yang di Ampera maupun Bulak Kapal, dijaga oleh empat orang petugas Dishub. Mereka bersiaga mulai pukul 05.00 pagi hingga pukul 22.00 malam,” ungkap Zeno.

Rancang Alarm ‘Toa’ Otomatis

Tak berhenti pada penjagaan manual, Dishub Kota Bekasi tengah merancang inovasi sistem peringatan dini berbasis suara (ToA). Menurut Zeno, pihaknya segera menggelar rapat teknis bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostandi) serta instansi terkait untuk merealisasikan hal tersebut.

“Sebagai solusi jangka pendek yang inovatif, dan sesuai arahan pimpinan, kami akan melakukan pertemuan dengan dinas terkait untuk merakit sistem alarm peringatan otomatis,” jelas Zeno.

Sistem ini dirancang agar mampu mendeteksi kedatangan kereta api lebih awal.

“Nanti akan ada sinyal suara dari jarak sekitar 500 meter sebelum kereta melintas hingga ke titik pelintasan. Ini akan terhubung ke toa yang memberikan alarm peringatan kepada masyarakat. Begitu suara terdengar, petugas langsung menyiapkan untuk menutup palang,” paparnya lebih lanjut.

Wacana Penutupan Jalan Ampera

Di balik upaya pengamanan ketat saat ini, opsi penutupan total pelintasan Jalan Ampera rupanya masuk dalam radar pembahasan pemerintah pusat. Zeno menyebutkan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna mengkaji efektivitas kebijakan tersebut terhadap rekayasa lalu lintas di Bekasi Timur.

“Kita akan membahas dengan Dirjen Perkeretaapian (Kementerian Perhubungan) untuk membahas wacana penutupan Jalan Ampera. Kami ingin mengkaji, seberapa efektifkah bila Jalan Ampera itu ditutup secara permanen,” pungkas Zeno.

Langkah preventif yang berlapis ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga Kota Bekasi, sekaligus menertibkan arus lalu lintas di jalur-jalur rawan kecelakaan kereta api.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: