BEKASISATU, KOTA BEKASI – Kawasan wisata pesisir Jembatan Cinta di Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, kembali didapuk menjadi pusat pelaksanaan tradisi sakral Upacara Melasti jelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Kehadiran ritual ini diprediksi akan menyedot perhatian ribuan umat sekaligus menjadi magnet wisata budaya tersendiri bagi warga sekitar.
Berdasarkan jadwal, puncak prosesi pembersihan diri dan alam semesta dari energi negatif ini akan dilangsungkan pada Minggu (15/03/26) pagi.
”Upacara Melasti tahun ini kembali berpusat di kawasan Jembatan Cinta. Rencananya, prosesi suci ini akan kami mulai pada Minggu, 15 Maret 2026, sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai,” terang perwakilan Panitia Nyepi Tahun Baru Saka 1948 Banjar SDHD Bekasi dalam keterangannya, Sabtu (14/03/26).
Menjelang hari pelaksanaan, pantauan di lokasi pada Sabtu sore menunjukkan wajah Jembatan Cinta telah bersolek total. Atmosfer pesisir utara Bekasi seketika berubah kental dengan nuansa religius khas Pulau Dewata.
Ornamen sakral seperti tedung (payung suci berwarna putih dan kuning keemasan) tampak berdiri tegak berjejer di area perairan. Tak hanya itu, penjor dari bambu melengkung dengan hiasan janur hijau, hingga umbul-umbul bermotif poleng (hitam-putih) dan kuning terus berkibar tertiup angin laut.
Altar sesaji berbalut kain kuning juga telah disiapkan di sejumlah titik strategis. Pemandangan perahu nelayan lokal yang berpadu dengan dekorasi khas Hindu Bali di bawah langit mendung sore hari, menciptakan panggung alam yang dramatis dan harmonis.
Sebagai informasi, penyelenggaraan Upacara Melasti di Jembatan Cinta ini merupakan kali ketiga secara berturut-turut sejak pertama kali diinisiasi pada tahun 2024.
Antusiasme umat Hindu di wilayah Bekasi dan sekitarnya tercatat terus mengalami grafik peningkatan. Berkaca pada tahun 2025 lalu, prosesi iring-iringan membawa pratima dari pura menuju tepi laut ini sukses diikuti oleh ribuan umat yang tergabung dalam Komunitas Banjar Bekasi dari Pura Agung Tirta Bhuana dan Komunitas Banjar Hitakarma Pondok Gede.
Selain menjadi agenda wajib keagamaan menjelang Tahun Baru Saka, akulturasi visual antara budaya pesisir Bekasi dan tradisi Bali ini dipastikan akan kembali menyuguhkan daya tarik wisata yang memukau bagi para pengunjung Jembatan Cinta.
Sumber Berita:
Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:
Baca di Sumber Asli