Berita Utama Bekasi Satu

Strategi PGN: Fokus Disiplin Kerja di Tengah Badai Global

28 April 2026 Administrator Desa

BEKASISATU, JAKARTA – Di balik fluktuasi nilai tukar dan ketidakpastian pasar energi dunia, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) justru berhasil mengukir catatan impresif. Tanpa banyak keriuhan, Subholding Gas Pertamina ini sukses mengamankan laba bersih sebesar US$ 90,4 juta pada Triwulan I 2026, sebuah lonjakan tajam hingga 46 persen secara tahunan (YoY).

Angka tersebut bukan sekadar keberuntungan pasar. Penelusuran terhadap laporan keuangan perusahaan mengungkap adanya “operasi senyap” dalam efisiensi beban pokok yang susut hingga US$ 54 juta atau sekitar 7 persen. Penghematan masif inilah yang menjadi mesin utama penggerak profitabilitas perusahaan di awal tahun ini.

Meski pendapatan tercatat di angka US$ 929,6 juta—di tengah absennya penjualan LNG pada segmen trading internasional—lini bisnis utama (core business) di sektor niaga dan infrastruktur gas domestik terbukti menjadi benteng pertahanan yang kokoh.

Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, membedah rahasia di balik ketangguhan ini. Menurutnya, fokus pada ekosistem dalam negeri adalah kunci yang menjaga stabilitas di saat pasar global sedang bergejolak.

“Fokus utama PGN adalah memastikan layanan energi kepada pelanggan tetap andal melalui pengelolaan infrastruktur dan penyaluran gas yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika pasokan dan kebutuhan energi domestik,” ungkap Catur dalam keterangan resminya.

Data operasional menunjukkan PGN mengelola penyaluran gas sebesar 777 BBTUD dengan tingkat keandalan infrastruktur yang nyaris sempurna, yakni 99,9 persen. Angka ini memastikan napas industri dan rumah tangga tetap terjaga, melayani lebih dari 825 ribu pelanggan dari berbagai sektor di seluruh Indonesia.

Tak hanya soal operasional, PGN juga melakukan disiplin keuangan yang ketat. Beban keuangan berhasil ditekan hingga ke angka US$ 13,7 juta. Strategi manajemen likuiditas yang prudent ini membuat posisi keuangan raksasa gas nasional ini tetap sehat, dengan rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) yang terjaga di level 29 persen.

Ke depan, PGN tampaknya tidak ingin berpuas diri. Strategi perluasan jaringan gas rumah tangga (jargas) dan pengembangan layanan beyond pipeline seperti LNG dan CNG terus digenjot untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

“PGN akan terus menjaga keseimbangan antara keandalan layanan, efisiensi operasional, dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan guna mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Catur.

Sumber Berita:

Artikel ini disadur dari Bekasi Satu. Anda bisa membaca artikel selengkapnya melalui tautan di bawah ini:

Baca di Sumber Asli
Bagikan: